Setelah Menjadi Ibu, Aku Belajar Bahwa Cinta Juga Mengenal Kehilangan
Cinta ternyata bukan hanya tentang memiliki seseorang dalam kehidupan kita.
Cinta adalah tentang menjaga, merawat, mendoakan, dan berharap seseorang tumbuh menjadi manusia yang baik. Dan tanpa kusadari, menjadi seorang ibu adalah awal dari perjalanan panjang untuk memahami arti cinta itu sendiri.Aku mulai menyadari bahwa kebahagiaan ternyata bisa sesederhana melihat anak tumbuh sehat dan baik-baik saja.
Dari seorang anak, aku belajar bahwa cinta membuat seseorang memiliki harapan. Aku mulai membayangkan masa depannya. Aku ingin melihatnya tumbuh. Bersekolah. Memiliki cita-cita. Menemukan jalan hidupnya. Menjadi manusia yang baik dan membanggakan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Ternyata, ketika menjadi ibu, masa depan tidak lagi hanya berbicara tentang diriku. Ada masa depan seseorang yang ikut kutitipkan dalam doa-doaku. Aku hanya seorang ibu yang sedang menikmati babak baru dalam kehidupan. Aku tidak tahu bahwa di balik hari-hari yang penuh harapan itu, kehidupan juga menyimpan sebuah cerita yang belum pernah kubayangkan.
Ketika Harapan Kembali Tumbuh
Kemudian, kehidupan kembali memberiku sebuah kabar bahagia. Aku akan menjadi ibu lagi. Saat itu, aku tidak tahu bahwa kelak cerita ini akan menjadi salah satu bagian paling dalam dari perjalanan hidupku. Yang kutahu hanyalah rasa bahagia. Ada kehidupan baru yang sedang kutunggu. Ada harapan baru yang perlahan tumbuh di dalam hati. Aku mulai membayangkan bagaimana rasanya memiliki dua anak. Bagaimana mereka akan tumbuh bersama. Bagaimana kakak mungkin akan belajar menyayangi adiknya. Bagaimana rumah kami kelak akan dipenuhi lebih banyak suara dan cerita. Begitulah seorang ibu. Ketika menanti sebuah kehidupan, yang dibayangkan selalu masa depan. Bukan kehilangan.
Kehidupan tidak pernah memberi tahu kita seluruh ceritanya sejak awal. Ada hal-hal yang datang tanpa kita minta. Ada peristiwa yang tidak pernah kita masukkan ke dalam rencana. Dan ada kehilangan yang bahkan tidak pernah kita siapkan ruangnya di dalam hati. Begitu pula aku. Aku adalah seorang ibu yang sedang menunggu dengan harapan. Aku tidak tahu bahwa suatu hari aku akan berhadapan dengan sebuah kenyataan yang membuatku harus belajar melepaskan. Tidak ada seorang ibu yang benar-benar siap kehilangan. Karena ketika kita mencintai, yang kita bayangkan adalah kehadiran. Bukan perpisahan.
MERDEKA MENULIS, MERDEKA MENGINSPIRASI! ✍️🔥
Artikel ini ditulis dalam rangka Lomba Blog HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Omjay Guru Blogger Indonesia, dengan semangat “Menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri.”
Kunjungi Omjay Guru Blogger Indonesia:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar