Senin, 19 Agustus 2024
Jumat, 16 Agustus 2024
Jumat, 01 Desember 2023
Rabu, 06 September 2023
Guru Merdeka Belajar (Karier.mu)
Guru Merdeka Belajar (Karier.mu)
Kamis, 20 Juli 2023
WORKSHOP REVIEW KURIKULUM & PENGUATAN IKM TP 2023/2024
Workshop Review Kurikulum dan Penguatan IKM TP 2023/2024
Kurikulum Merdeka yang telah diluncurkan oleh
Kemendikbudristek tahun 2022 bertujuan untuk mendukung pemulihan pembelajaran
pasca pandemi Covid 19 dan mengurangi dampak learning loss atau
penurunan hasil belajar peserta didik. Kurikulum Merdeka
dirancang untuk memberikan
kebebasan kepada sekolah dan guru dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik serta daerah atau lingkungan
setempat. SMA Negeri 1 Kubu telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada
tahun ajaran 2022/2023. Sepanjang implementasi kurikulum merdeka, monitoring
dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mengidentifikasi kekuatan
dan kelemahan tentang pelaksanaan kurikulum merdeka tersebut yang nantinya akan dilakukan perbaikan.
Untuk menindaklanjuti refleksi dan evaluasi pelaksanaan IKM selama ini, tim PKB SMA Negeri 1 Kubu menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum dan Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk tahun pelajaran 2023/2024. Melalui kegiatan workshop tersebut, guru mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka serta strategi/metode pembelajaran yang relevan dengan konteks sekolah dan karakteristik siswa. Di samping itu, guru bisa mengetahui dan memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang sedang berjalan.
Kamis, 13 Juli 2023
Modul 1 Pengembangan TP dan ATP dalam Pembelajaran Teks Naratif
Modul 1. Pengembangan TP dan ATP dalam Pembelajaran Teks Naratif
1.1 Mulai Dari Diri
1. Hal apa saja yang biasa Bapak/Ibu lakukan dalam
membuka pelajaran dan jelaskan tujuan pada setiap tahapnya?
Hal-hal
yang biasa saya lakukan saat membuka pelajaran adalah:
1). Memberi salam dan menyapa
siswa dengan tujuan untuk menciptakan suasana kelas yang akrab dan
menyenangkan.
4). Mengaitkan
pembelajaran dengan pengetahuan sebelumnya atau mengaitkan materi baru dengan
pengetahuan atau pengalaman sebelumnya yang dimiliki oleh siswa. Tujuannya
adalah untuk memperkuat pemahaman dan membangun landasan yang kokoh untuk
pembelajaran selanjutnya.
5). Menyampaikan
agenda/rencana pelajaran: Guru memberikan gambaran yang mencakup topik yang
akan dibahas, kegiatan yang akan dilakukan, dan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai. Tujuannya adalah untuk memberikan arah yang jelas kepada siswa tentang
apa yang akan dilakukan selama pelajaran tersebut.
2. Apa yang
terjadi saat mengajar, jika Bapak/Ibu tidak merencanakan pembelajaran dengan
baik? Pada saat mengajar, jika saya tidak merencanakan pembelajaran dengan baik
maka akan terjadi situasi berikut:
1). Kegiatan
Pembelajaran menjadi Tidak Terstruktur. Siswa tidak memiliki arah yang jelas
atau tujuan yang spesifik dalam proses belajar-mengajar.
2). Tujuan
Pembelajaran tidak tercapai. Jika guru tidak merencanakan pembelajarandengan
baik, maka tujuan pembelajaran tidak bisa tercapai secara efektif. Siswa
mungkin tidak memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang diharapkan. Hal ini
berdampak negatif pada kemajuan dan perkembangan mereka dalam pelajaran
tersebut.
3). Siswa
kurang terlibat dalam pembelajaran. Jika pembelajaran tidak direncanakan dengan
baik, siswa mungkin kehilangan minat dan motivasi mereka, karena mereka tidak
menemukan tujuan atau mendapatkan manfaat dari apa yang mereka pelajari.
3. Apakah seluruh aktivitas pembelajaran yang telah
direncanakan di dalam RPP/Lesson Plan bisa Bapak/Ibu laksanakan semuanya dalam
proses pembelajaran di kelas? Jelaskan.
Tidak semua
aktivitas pembelajaran yang telah direncanakan di dalam RPP bisa dilaksanakan
di kelas. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti:
1). Waktu yang dialokasikan untuk
satu atau beberapa aktivitas pembelajaran dalam RPP terbatas. Tentunya guru
harus mengambil aktivitas pembelajaran yang lebih penting untuk
dilaksanakan.
2). Sarana
dan prasarana yang kurang memadai. Dalam RPP yang sudah disusun, mungkin
memerlukan ketersediaan sumber daya tertentu seperti alat-alat teknologi,
lab/tempat praktik maupun bahan/alat pembelajaran yang mendukung pembelajaran.
Namun, realitanya, sumber daya yang diperlukan tersebut tidak tersedia ataupun
jumlahnya terbatas sehingga guru perlu menyesuaikan sesuai dengan sumber daya
yang tersedia.
3). Tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran berbeda-beda. Setiap siswa memiliki kecepatan dan kemampuan belajar yang berbeda. Jika siswa menemui kesulitan dalam memahami materi, guru mungkin perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengulang penjelasan tentang konsep-konsep dasar sebelum beralih ke aktivitas selanjutnya.
Harapan mempelajari modul ini:
1. Apa saja harapan Anda sebagai seorang guru Bahasa Inggris setelah mempelajari modul ini?
Setelah mempelajari modul ini, besar harapan saya sebagai
seorang guru bahasa Inggris untuk mampu memetakan pengetahuan awal siswa dan
menyusun ATP sesuai dengan topik pembelajaran.
Kegiatan yang saya harapkan dalam modul ini yakni pembelajaran secara mandiri, sesi diskusi dan kolaborasi dengan rekan dan mendapatkan umpan balik dari narasumber/fasilitator. Materi yang saya harapkan agar bisa diimplementasikan langsung untuk pembelajaran di kelas. Dengan demikian, manfaat yang saya harapkan dalam modul ini yakni saya bisa memetakan pengetahuan awal siswa dan menyusun ATP sesuai dengan topik pembelajaran.
1.2 Eksplorasi Konsep
1. Pemetaan Pengetahuan Awal Siswa
Dalam dunia pedagogi dan asesmen, terdapat banyak teori dan
pendekatan asesmen. Bagian ini menjelaskan konsep asesmen yang dianjurkan dalam
Kurikulum Merdeka. asesmen adalah aktivitas yang menjadi kesatuan dalam proses
pembelajaran. Asesmen dilakukan untuk mencari bukti ataupun dasar
pertimbangan tentang ketercapaian tujuan pembelajaran. Maka dari itu, pendidik
dianjurkan untuk melakukan asesmen-asesmen berikut ini:
- Asesmen
formatif, yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau
umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses
belajar:
- Asesmen
di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta
didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang
direncanakan. Asesmen ini termasuk dalam kategori asesmen formatif karena
ditujukan untuk kebutuhan guru dalam merancang pembelajaran, tidak untuk
keperluan penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaporkan dalam
rapor.
- Asesmen
di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran
untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan
balik yang cepat. Biasanya asesmen ini dilakukan sepanjang atau di tengah
kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah
pembelajaran. Asesmen ini juga termasuk dalam kategori asesmen formatif.
- Asesmen sumatif, yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan pendidikan. Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif menjadi bagian dari perhitungan penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau akhir jenjang.
2. Analisis Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD. Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase). Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun. Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan fase-fase Capaian Pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran:
1) Pembelajaran yang fleksibel. Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya, ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19) sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.
2) Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik. Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di kelas III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan mekanisme kenaikan kelas yang disampaikan dalam Bab VII (Mekanisme Kenaikan Kelas dan Kelulusan).
3) Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif. Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan guru kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah ditempuh peserta didik di kelas VII. Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.
Kamis, 15 Juni 2023
Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMA Mapel Matematika dan Bahasa Inggris
Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMA Mapel Matematika dan Bahasa Inggris
Hari ini mengikuti pembukaan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMA Mapel Matematika dan Bahasa Inggris secara daring melalui LMS. Kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari ke depan mulai tanggal 15 s/d 26 Juni 2023. Untuk mapel bahasa Inggris sendiri diikuti oleh 150 peserta yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dan dari Bali terdata 7 peserta dari 3 kabupaten yakni kabupaten Badung, Karangasem dan Tabanan. Pemanggilan peserta Bimtek berdasarkan sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka baik itu dengan status Mandiri Berubah ataupun Mandiri Berbagi dan kemungkinan yang sudah pernah mengikuti pendidikan guru penggerak karena berdasarkan data peserta, mereka adalah guru penggerak dan juga calon guru penggerak.
Berdasarkan pemaparan laporan kegiatan dari Dirgen GTK, mapel Matematika dan Bahasa Inggris menjadi sentra terdepan dalam paradigma pembelajaran Kurikulum Merdeka karena mengedepankan daya penalaran, analisa dan komunikasi serta kolaborasi untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif, inspiratif, bermakna dan berdiferensiasi. Adapun tujuan kegiatan Bimtek ini yakni untuk:
1. Meningkatkan kompetensi Guru dalam mendesain TP dan ATP dalam pembelajaran.
2. Meningkatkan kompetensi Guru dalam merancang aktivitas pembelajaran berdiferensiasi.
3. Dapat berbagi praktik baik terkait pembelajaran dan pengajaran di kelas.
Alur pembelajaran yang digunakan pada Bimtek ini sama dengan alur pembelajaran yang diterapkan dalam Pendidikan Guru Penggerak yakni dengan menggunakan alur MERDEKA yang merupakn akronim dari Mulai Dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata. Pelaksanaannya dilakukan lewat LMS baik secara sinkronus (tatap muka bersama fasilitator) dan asinkronus (belajar mandiri di LMS).
Semoga kegiatan Bimtek ini bisa diikuti dengan lancar dan nantinya bisa diterapkan dan diseminasikan pada satuan pendidikan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Modul Penguatan Kompetensi Profesional Guru Bahasa inggris
diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi guru Bahasa inggris secara
umum dan khusus.
Capaian Umum: Peserta Bimtek paham mendalam
tentang kompetensi profesional sebagai Guru Bahasa ingrris.
Capaian Khusus:
Modul Penguatan Kompetensi Profesional Guru Bahasa inggris jenjang SMA
ini diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi guru Bahasa inggris SMA,
sebagai berikut:
- Peserta
memiliki keterampilan dalam memetakan pengetahuan awal murid
- Peserta
memiliki pemahaman yang benar terkait miskonsepsi dan konsep dasar
pengembangan alur tujuan ATP teks naratif pembelajaran Bahasa
Inggris
- Peserta
memiliki pemahaman terkait model ATP teks naratif pembelajaran
Bahasa Inggris;
- Peserta
memiliki keterampilan dalam penyusunan alur tujuan pembelajaran (ATP) teks
naratif dalam berbagai elemen pembelajaran Bahasa Inggris.
Adapun materi pelatihan yang terdiri dari 2 modul yakni:
Silakan Klik PORTOFOLIO DIGITAL MODUL.
Sabtu, 15 April 2023
Merancang Pembelajaran melalui AI (Artificial Intelligence)
Apa itu AI?
AI atau kependekan dari Artificial Intelligence (Inteligensi Buatan) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan komputer atau sistem komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI berfokus pada pengembangan teknologi yang dapat memungkinkan mesin atau sistem komputer untuk berpikir, belajar, dan berperilaku seperti manusia.
AI bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu AI yang lemah (weak AI) dan AI yang kuat (strong AI). AI yang lemah dirancang untuk menjalankan tugas-tugas spesifik yang terbatas, misalnya sistem klasifikasi gambar, asisten virtual seperti Siri atau Google Assistant, atau algoritma rekomendasi dalam platform streaming musik atau video. Sedangkan AI yang kuat adalah jenis AI yang memiliki kemampuan untuk berpikir secara mandiri, memahami konteks, dan mengambil keputusan yang kompleks seperti manusia.
Penerapan AI melibatkan berbagai teknik, seperti machine learning (pembelajaran mesin), deep learning (pembelajaran dalam lapisan yang dalam), neural networks (jaringan saraf tiruan), natural language processing (pengolahan bahasa alami), computer vision (penglihatan komputer), dan sebagainya. AI memiliki potensi aplikasi yang luas, termasuk dalam bidang seperti pengenalan wajah, mobil otonom, pelayanan kesehatan, keuangan, pemasaran, manufaktur, dan banyak lagi.
Ada banyak teknologi yang termasuk dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Beberapa di antaranya termasuk:
1. Mesin Pembelajaran (Machine Learning): Teknik yang memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman dan data, tanpa diprogram secara eksplisit. Termasuk di dalamnya adalah algoritma pembelajaran supervisi, pembelajaran tak supervisi, pembelajaran penguatan, dan pembelajaran semi-terawasi.
2. Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Networks): Model matematis yang terinspirasi oleh cara kerja otak manusia, yang digunakan untuk memproses informasi dan mengenali pola dalam data.
3. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP): Teknologi yang memungkinkan komputer untuk memahami, menganalisis, dan menghasilkan teks yang ditulis atau diucapkan oleh manusia.
4. Penglihatan Komputer (Computer Vision): Bidang yang berkaitan dengan kemampuan komputer untuk menginterpretasikan dan memahami visual dari dunia nyata, seperti pengenalan objek, pengenalan wajah, dan deteksi gerakan.
5. Robotika: Penggunaan AI dalam pengembangan robot untuk melakukan tugas-tugas fisik yang kompleks, seperti manipulasi objek, navigasi, dan interaksi sosial.
6. Kendaraan Otonom: Penggunaan teknologi AI dalam kendaraan untuk mengemudi sendiri tanpa perlu campur tangan manusia, seperti mobil otonom dan kendaraan tak berawak.
7. Sistem Rekomendasi: Algoritma yang menggunakan AI untuk memberikan rekomendasi kepada pengguna, seperti rekomendasi produk, rekomendasi konten, atau rekomendasi teman berdasarkan preferensi pengguna.
8. Internet of Things (IoT): Penggabungan perangkat fisik yang terhubung dengan jaringan untuk mengumpulkan, mengirimkan, dan menganalisis data secara otomatis, yang dapat dianalisis dan diambil keputusan menggunakan teknologi AI.
9. Chatbot: Program komputer yang menggunakan AI untuk berinteraksi dengan pengguna dalam bentuk chat atau percakapan, dan memberikan respon atau solusi atas pertanyaan atau masalah yang diajukan.
10. Penambangan Data (Data Mining): Teknik yang menggunakan AI untuk menggali pola-pola tersembunyi atau informasi berharga dari data besar yang tidak terstruktur.
11. Pengenalan Suara (Speech Recognition): Teknologi yang memungkinkan komputer untuk mengenali suara manusia dan mengubahnya menjadi teks yang dapat dipahami.
Itulah beberapa contoh teknologi AI yang banyak digunakan dan terus berkembang. Perkembangan dalam bidang AI terus berlangsung, dan berpotensi menghadirkan lebih banyak inovasi di masa depan.
Adapun aplikasi pembelajaran yg merupakan produk AI:
1. ChatGPT
Dirancang untuk berinteraksi dengan pengguna melalui percakapan/chat dalam bentuk teks dan memberikan respons yang tergantung pada input pengguna.
2. Curipod
Untuk membuat presentasi pembelajaran interaktif secara otomatis, mirip seperti mentimeter.
3. Quizizz
Untuk membuat kuis secara otomatis sesuai topik pembelajaran dan kelas/jenjang.
4. Autodraw
Untuk membuat gambar secara otomatis berdasarkan sketsa yang kita buat sebelumnya.
5. Duplichecker
Untuk mengecek plagiasi suatu tulisan, dan untuk mengecek tata bahasa (grammar).
6. Photomath
Untuk menjawab soal matematika melalui scan soal di kertas.
Kalau dianalogikan :
Google Search Engine : Pustakawan yang menandai dan memberi label pada tiap buku dan artikel yang ada di perpustakaan. anda minta carikan buku yang membahas A atau B. maka pustakawan tersebut mencarikan buku yang mengandung Informasi A atau B. (namun ia tak membacakan, apalagi merangkumkan)
ChatGPT : Guru Les Privat / kolega. yang kalau kita
bertanya, maka dia berusaha memberikan jawaban. termasuk langkah-langkah dan
saran. namun memang dia tidak menuasai perpustakaan seluas google.
Rabu, 12 April 2023
Lokakarya Pendidikan Anti-Korupsi
Pendidikan Anti-Korupsi Jenjang Pendidikan Dasar & Menengah
(Day 1)
Pendidikan Anti-Korupsi Jenjang Pendidikan Dasar & Menengah
(Day 2)
-
LITERASI BALITAL I TA 2026/2027 A. LITERASI BACA TULIS Kamis, 23 Juli 2026 Berikut beberapa berita/informasi hangat seputar isu-isu terkini...
-
LITERASI BALITAL I 2026 A. LITERASI BACA TULIS Berikut beberapa berita/informasi hangat seputar isu-isu terkini. Silakan dipilih kemudian t...
-
Expressions on Social and Cultural Issues Video 1 Video 2 Infographic





.png)
.png)