Minggu, 28 Februari 2021

Semangat Menulis dari Omjay

 

Puji syukur saya panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nya, saya berada dalam keadaan sehat walafiat dan berhasil menuntaskan tantangan menulis selama 28 hari dalam ajang Lomba Blog PGRI. Ini adalah tulisan ke-28 yang sekaligus sebagai tulisan penutup dalam lomba ini.

Saya adalah pendatang baru di dunia blog dan bergabung dengan komunitas guru blogger setelah mengikuti lomba blog PGRI dalam menyambut hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa tahun 2020 lalu. Motivasi saya untuk merambah dunia blogging yakni ingin menguatkan slogan I Want To Be More Than A Teacher yang artinya saya ingin keluar dari rutinitas seorang guru dengan tidak melupakan beban dan tanggung jawab. Banyak harapan digantungkan pada slogan tersebut dan yang paling utama adalah saya ingin menampilkan sebuah prestasi melalui menulis. Sangat ingin rasanya mempersembahkan sesuatu melalui sebuah tulisan yang bisa dibagikan dan dinikmati oleh siapapun utamanya di komunitas saya sebagai seorang pendidik. Maka dari itu, saya mencoba memberanikan diri dengan segala tekad dan upaya untuk terjun ke dunia kepenulisan.

Seperti apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya bahwa awal melejitnya kemauan saya untuk menulis yaitu ketika apa yang saya alami dan rasakan dituangkan dalam untaian kata yang indah dan rapi dalam bentuk puisi. Kumpulan puisi tersebut telah berhasil saya terbitkan menjadi sebuah buku sebagai rekam jejak tertulis pengalaman hidup saya. Dan itu tidak terlepas dari semangat dan dukungan kolega saya di sekolah untuk mulai menulis dan berkarya. Terlebih lagi, semenjak terjadi pandemi yang melumpuhkan sistem pendidikan dan memaksa dilaksanakannnya pembelajaran daring, saya mulai bereksplorasi di dunia maya khususnya mencari informasi-informasi terkait pengembanagan kompetensi menulis. Dan alhasil bisa menemukan sebuah pelatihan untuk membuat blog dan ketika selesai pelatihan, saya langsung ikutkan dalam ajang lomba blog serangkaian peringatan hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa 2020 lalu. Melalui lomba tersebut, saya mengenal sosok guru blogger ternama yang bernama Wijaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd.

Wijaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd yang sangat akrab dikenal Omjay adalah seorang guru TIK di SMP Labschool Jakarta. Diluar profesinya sebagai guru, beliau memiliki multi profesi seperti diantaranya seorang motivator, trainer, guru blogger Indonesia, founder KSGN, founder kelas menulis PGRI, pembicara seminar, praktisi ICT dan yang tidak kalah keren adalah seorang penulis yang sudah menerbitkan puluhan buku. Beliau memiliki segudang prestasi yang tidak bisa disebutkan satu persatu dan telah melahirkan puluhan karya dalam bentuk buku. Nah, pada tulisan pamungkas ini, saya ingin membahas sekilas tentang beliau karena berkat inspirasi dan motivasi beliau, saya sudah berada pada tahap ini yakni mulai berkomitmen dan konsisten dalam menulis. Saya akan mulai mengikuti ajakan beliau untuk menulis setiap hari dan membuktikan apa yang terjadi.

Dalam pertemuan pertama kelas menulis beliau, saya meringkas isi paparan beliau dan akan menjadi pedoman bagi saya dalam memulai kegiatan menulis. Belaiu memaparkan ada dua kunci utama yang menjadi  pilar dalam menulis yakni rajin membaca dan langsung menulis. Menurut beliau tiada penulis yang tak rajin membaca. Itu merupakan proses dan ketika ide muncul menulislah langsung tanpa mengedit terlebih dahulu. Editlah tulisan setelah ide yang ada dalam otak sudah tersalurkan dengan baik melalui menulis. Beliau meyakinkan para penulis pemula untuk tidak ragu dan takut salah. Teruslah menulis, ungkapnya, karena otak, mata, dan bibir akan terlatih agar bersinergi dengan kedua tangan kita. Beliau mengungkapkan jika otak, mata, bibir, dan tangan sudah menjadi kesatuan, tulisan yang berkualitas akan tercipta sehingga bisa menarik minat pembaca.

Omjay mengajak kita untuk membudayakan kebiasaan menulis setiap hari dalam blog kita. Komitmen dan minat yang tinggi dalam menulis menjadi modal dasar untuk mewujudkan semua hal tersebut. Beliau menambahkan tulisan yang baik tidak serta merta sekali jadi, tetapi memerlukan proses editing. Maka dari itu, seorang penulis juga harus menguasai kemampuan editing jika tulisannya mau dibaca orang lain. Beliau menyarankan tulislah apa saja yang menarik hati dan tulislah apa saja yang kita kuasai. Jangan menuliskan apa yang tidak kita kuasai karena akan terasa hambar.  Beliau mengingatkan agar menjadi penulis terkenal, hapus kata MALAS untuk mulai membiasakan membaca dan menulis dalam diri kita. Teruslah berlatih menulis sehingga memiliki jam terbang yang tinggi dalam menulis.Menulislah setiap hari dengan hati. Bila hati bertemu dengan hati, maka hati penulis dan pembaca akan menyatu. Intinya, kita harus punya komitmen yang tinggi untuk menulis setiap hari. Kalau tanpa niat dan komitmen yang kuat, niscaya impian untuk menjadi penulis akan sirna.

Akhir kata saya ucapkan, terima kasih buat Omjay yang telah berhasil menjadi inspirator dan motivator serta pegiat literasi untuk seluruh guru Indonesia yang belajar menulis temasuk saya. Semoga Omjay selalu dalam keadaan sehat untuk selalu bisa berkarya dan menebarkan semangat literasi kepada seluruh insan.

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

 

Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi

 Buku digital dari Omjay, seorang Guru Blogger Indonesia. 

Sabtu, 27 Februari 2021

Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

 

Konsep merdeka belajar yang diusung Nadiem Makarim mulai digaungkan semenjak beliau menjabat sebagai Mendikbud. Konsep ini ini diilhami oleh filosofi Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara menuntun dan mentradisikan semangat dan cara mendidik anak untuk menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirnya, dan merdeka raga/tenaganya. Filosopi inilah yang menjadi esensi konsep Merdeka Belajar yang sedang diimplementasikan Kemendikbud.

Skenario Merdeka Belajar ini sesuai dengan arahan bapak Presiden Joko Widodo untuk menciptakan ekosistem pendidikan nasional yang lebih maju dengan mengedepankan iklim inovasi. Iklim pendidikan seperti itu diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Maju yang menjadi visi Presiden. Melalui penguatan Merdeka Belajar, diharapkan tercipta transformasi dan reformasi pendidikan sehingga terbentuk generasi emas milineal yang kritis, kreatif, inovatif, mandiri dan berkarakter serta berkepribadian yang cerdas.

Merdeka belajar mengandung arti guru diberi kebebasan untuk merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Ini berarti, guru bukan lagi menjadi  sumber belajar tunggal tapi memberikan peluang kepada muridnya untuk berinovasi, untuk belajar mandiri dan kreatif.  Kegiatan pembelajaran lebih menfokuskan pada ketrampilan berpikir kritis, analisis, membandingkan dan memecahan masalah. Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran ditekankan pada proses penyusunan makna secara aktif yang melibatkan ketrampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata.

Nah, bagaimana dengan implementasi konsep Merdeka Belajar pada saat sekarang yang dilanda pandemi Covid-19? Justru sekaranglah, semangat filosofi merdeka belajar diuji coba. Hal tersebut disebabakan karena konsep merdeka belajar berkenaan dengan proses pembelajaran yang berlangsung dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Proses pembelajaran walaupun terlaksana secara daring melalui PJJ menjadi lebih kolaboratif dan holistik. Guru juga diberikan  kemudahan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih bermakna, berfolus pada pengalaman hidup dan memperhatikan kebutuhan peserta didik di masa pandemi.

Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan di masa pandemi ini yang terlaksana melalui PJJ memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut akan menjadi penentu kesuksesan dalam pembelajaran PJJ ini. Pihak-pihak yang terkait dalam mendukung pembelajaran dengan sistem tersebut meliputi orangtua, guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, komite sekolah, dan lainnya. Peran dan tanggung jawab dari berbagai pihak akan berkontribusi pada keberhasilan pelaksanaan PJJ ini.

 

Referensi:

Sulistyawati, Rini. 2020. Menguji Konsep Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19. Diakses pada tanggal 26 Pebruari 2021 pada alamat https://www.harianbhirawa.co.id/menguji-konsep-merdeka-belajar-di-masa-pandemi-covid-19/

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Jumat, 26 Februari 2021

Trik Ampuh Menjadi Guru Idola Kekinian


 

Ini adalah tulisan ke-26 dalam ajang Lomba Blog PGRI yang saya ikuti. Kali ini tema tulisan yang saya angkat seputar pengembangan diri seorang guru yang berujung pada peningkatan profesionalisme. Nuansa tulisan ini cukup berbeda dari sebelumnya karena tulisan ini merupakan sajian resume dari sebuah buku yang berjudul KIAT MENJADI GURU IDOLA SISWA ZAMAN NOW karya Made Agung Ari Yasa. Beliau adalah kolega saya di sekolah yang telah menjadi inspirator dan motivator saya dalam dunia kepenulisan. Pemikiran-pemikiran beliau yang inspiratif dituangkan dalam beberapa buku yang telah beliau terbitkan.

Buku tersebut diterbitkan tahun 2019 dan memuat 15 konten judul yang penuh dengan pandangan dan pengalaman beliau dalam karirnya sebagai seorang guru/pendidik. Dalam buku tersebut disajikan berbagai kiat yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkembangkan kemampuannya guna memenuhi tantangan pendidikan di jaman sekarang. Kiat guru untuk mampu mengelola diri sebelum membimbing siswa serta kewajiban guru yang tidak hanya sekedar mengajar akan terkupas secara tajam dalam buku ini. Ini bisa menjadi sumber referensi untuk mendidik dan mengajar siswa jaman sekarang yang pada akhirnya bisa menjadi idola bagi para siswa.

Jika ditelusuri lebih mendalam, banyak tuntutaan yang harus dipenuhi jika menyandang predikat sebagai guru profesional. Guru yang profesional harus selalu nemiliki kemauan dan komitmen yang kuat  untuk selalu belajar dan mengembangkan dirinya guna memenuhi tuntutan kekinian terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat. Guru harus siap menjadi agen perubahan yang memiliki mandat utama untuk mengubah mental generasi bangsa. Hal ini karena sesuai dengan arah kebijakan pemerintah untuk mengadakan revolusi mental agar tercapai generasi mendatang yang memiliki mentalitas yang kuat. Ini adalah salah satu trik atau strategi dimana guru harus mampu dan termotivasi untuk bermetamorfosis. Bermetamorfosis berarti guru melakukan perubahan dalam hal pengembangan diri sehingga berhak menyandang guru yang profesioanl.

Selanjutnya, untuk bisa menjadi sosok guru yang patut digugu dan ditiru, guru harus mampu memberikan contoh atau menjadi sosok panutan. Setiap tindakan guru harus mampu memberikan kesan sebagai tindakan yang baik yang patut ditiru. Terlarang bagi guru untuk menunjukkan tindakan yang tidak baik di hadapan siswa karena akan meracuni pemahaman tentang nilai moral yang baik yang patut dimiliki siswa. Intinya guru harus mampu menunjukkan karakter yang baik agar pendidikan karakter bisa tertanam pada siswa. Dengan demikian, akan terbentuk siswa yang berkarakter yang mampu mengolah pengetahuan moral dan perasaan moral yang dimiliki untuk menentukan tindakan moral yang benar. Guru juga hendaknya mampu menekan egoisme diri. Artinya jangan hanya menyalahkan siswa saat mereka tidak atau belum mengerti tentang pelajaran yang kita jelaskan. Guru hendaknya memahami kebutuhan dasar siswa yang sesuai dengan keinginan mereka saat belajar. Dengan kata lain, guru harus memahami gaya belajar siswa, selanjutnya merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan mengedepankan penggunaan IT.

Guru juga harus benar-benar mampu memahami dan memainkan peran pelayanan terhadap siswa. Pelayanan yang dimaksud bukan "Pelanggan adalah Raja, tetapi melakukan pelayanan dalam hal mengajar dan mendidik. Guru hendaknya selalu berusaha membuat siswa merasa senang dan seolah-olah tidak sedang belajar di sekolah, tetapi belajat layaknya dengan keluarga sendiri. Hal ini juga berhubungan dengan pemahaman guru terhadap gaya belajar masing-masing siswa.

Trik selanjutnya agar menjadi guru idola kekinian yaitu jangan pernah berhenti belajar. Guru harus menjadi sosok pembelajar yang selalu ingin mempelajari sesuatu yang baru untuk mendukung profesionalismenya. Guru pada era ini, dituntut untuk terus melakukan pembelajaran diri. Guru harus belajar, belajar dan belajar. Guru tidak akan bisa menghindari perubahan dan tuntutan perkembanagn ilmu pengetahuan. Itikad dan komitmen guru untuk terus belajar harus ditumbuhkan. Inilah kunci untuk menyiapkan generasi emas bangsa yang siap mengikuti tantangan jaman.

Agar ingatan siswa terus melekat tentang pemahaman suatu materi, guru harus bisa mengajak siswa belajar lewat pengalaman. Pembelajaran yang kreatif dan inovatif pada dasarnya bersumber dari bagaimana siswa mampu mengalami dan merasakan sendiri semua sensasi selama proses pembelajaran. Dalam hal ini guru perlu menggunakan model-model pembelajaran seperti Inquiry, Discovery, Project-Based Learning dan Problem solving. Selain itu, guru juga harus mampu berkomunikasi secara efektif. Ketika guru ingin membangun komunikasi dengan siswanya, maka apa yang dibicarakan guru harus dapat menimbulkan perasaan terkesan pada diri siswa. Untuk mampu memunculkan topik yang menarik bagi siswa dan memposisikan diri untuk menjadi pendengar yang baik, maka guru akan bisa berada di antara siswa. Guru inilah yang dianggap oleh siswanya sebagai guru yang bisa menerima segala ungkapan isi hati siswanya.

Guru juga harus bisa memberikan masukan/kritikan dengan tetap memperhatikan emosi siswanya. Misalnya, jangan pernah mengkritik siswa secara langsung di hadapan umum agar harga diri siswa terjaga. Kemudian, awali kritikan dengan kata atau pujian yang baik. Guru tidak boleh hanya memberikan koreksi tanpa dibarengi pemberian jawaban atau solusi. Selain memeberikan kritikan, guru juga perlu memberikan penghargaan kepada siswa. Guru harus mulai membiasakan diri untuk bermurah hati memberikan pujian kepada siswanya. Selain memberikan pujian, guru harus mulai juga membiasakan diri untuk berterima kasih atas apa yang telah siswa lakukan. Selain itu, guru juga harus bisa menumbuhkan perasaan bahwa siswa itu penting.

Terakhir, guru harus mampu menyajikan pembelajaran berbasis TIK. Guru harus sudah mulai bertransformasi menjadi sosok guru yang mamapu menggunakan TIK untuk pembelajaran. Dengan keberanian guru untuk mencoba memasuki dunia siswa lewat pemanfaatan TIK di dalam proses pembelajaran, maka siswa akan menemukan manfaat lain dari kesehariannya dengan smartphone. Dengan demikian, siswa akan betah mengikuti pembelajaran di kelas.

 

Referensi: 

Yasa, Made Agung Ari. 2019. Kiat Menjadi Guru Idola Siswa Zaman Now. Bandung: Tata Akbar.

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, Guru Bahasa Inggris, SMAN 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Kamis, 25 Februari 2021

Program Belajar Kemendikbud Tingkatkan Kompetensi Guru di Masa Pandemi

 

Program guru belajar adalah salah satu cara untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimiliki, mengevaluasi diri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Pembelajaran pada Program Guru Belajar merupakan upaya mendorong perbaikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran.Program guru belajar dari Kemendikbud di masa pandemi ini memang benar-benar berkualitas dan mampu membangkitkan semangat dan kompetensi saya sebagai guru yang mengajar di tengah pandemi. Tantangan dan tuntutan guru untuk mampu mendesain dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh cukup berat. Maka dari itu Kemendikbud melalui  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan meluncurkan  program guru belajar. Ada beberapa program belajar yang ditawarkan yaitu program belajar seri masa pandemi Covid-19, seri Asasmen Kompetensi Minimum (AKM) dan juga seri pendidikan keterampilan hidup. Di sini, saya sudah mengikuti dan menuntaskan dua program belajar yakni seri masa pandemi Covid-19 dan Asasmen kompetensi minimum.

  1. Program Belajar Seri PANDEMI COVID-19

Ini adalah Program pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi semaksimal mungkin guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang sesuai dengan kondisi khusus yakni masa pandemi COVID-19. Program belajar ini dengan tetap memberikan pembekalan dasar yang bermakna bagi siswa untuk melakukan merdeka belajar. Adapun tujuan dari profgram ini yaitu:

  • Meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran jarak jauh berbasis beban kurikulum yang salah satu cara untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimiliki, mengevaluasi diri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Pembelajaran pada Program Guru Belajar merupakan upaya mendorong perbaikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran.disederhanakan.
  • Mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh yang melibatkan siswa.
  • Mengembangkan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh secara efektif.
  • Meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan asesmen pembelajaran jarak jauh yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

Program belajar ini memiliki keistimewaan tersendiri yakni lebih fleksibel (waktu bisa diatur sesuai kesibukan masing-masing), lebih menantang (bisa memilih tantangan yang sesuai dengan kemampuan guru, apakah menyelesaikan Tahap 1, Tahap 2 atau hingga tuntas Tahap 3), lebih mudah (lebih mudah mempelajari konten pembelajaran yang telah dipecah menjadi unit belajar yang lebih kecil) dan lebih kolaboratif (bisa belajar bersama dengan rekan guru yang lain untuk menyelesaikan semua tahapan program). Ada empat tahapan dalam pelaksanaan program belajar ini yaitu :

1). Orientasi : Berisi orientasi program tentang latar belakang, tujuan umum, penyesuaian kebijakan, pengantar program, dan struktur Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19.

2). Bimtek : Pembelajaran dengan konsep Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa pandemi, Kurikulum Kondisi Khusus, Asesmen Diagnosis, Asesmen Diagnosis Berkala, Model Pembelajaran Jarak Jauh, Media, Teknologi dan Sumber Belajar.

3). Diklat : Pelatihan yang memberi kesempatan peserta mendapatkan inspirasi pembelajaran jarak jauh pembelajaran jarak jauh (PJJ), merancang dan menerapkan PJJ, mengunggah tulisan praktik baik PJJ, melakukan penilaian diri terhadap tulisan praktik baik PJJ.

4). Pengimbasan : Kegiatan ini  mengundang guru untuk menjadi bagian perubahan pendidikan dengan cara mempresentasikan program, mengajak dan mendampingi guru lain untuk mengikuti Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 melalui kelompok kerja guru seperti KKG/MGMP atau organisasi profesi guru.

 

2. Program Belajar Seri AKM

Ini merupakan program pembelajaran yang dirancang untuk membantu para Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK, Guru/Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, SMALB, dan PKBM sederajat dalam memahami tujuan, konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional, serta dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum. Adapun tujuan dari program ini yaitu:

  • Memahami konsep Asesmen Nasional.
  • Memahami bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional.
  • Menganalisis contoh asesmen literasi membaca pada Asesmen Kompetensi Minimum.
  • Menganalisis contoh asesmen numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.
  • Membaca dan menindaklanjuti laporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum.
  • Melakukan pengimbasan dengan mengajak rekan guru yang lain untuk mengikuti program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum.

Ada 2 tahap dalam pelaksanaan program belajar ini yaitu:

1). Bimtek. Berisi orientasi yang membekali peserta mengenai latar belakang, tujuan umum, kebijakan dan alur program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum. Pada tahap Bimtek, peserta akan mengikuti pembelajaran mengenai konsep Asesmen Nasional, konsep Asesmen Kompetensi Minimum, butir soal literasi membaca dan numerasi, serta membaca dan menindaklanjuti hasil Asesmen Kompetensi Minimum dalam kurun waktu selama 5 (lima) hari.

2). Pengimbasan. Peserta diharapkan dapat menjadi bagian perubahan pendidikan dengan cara mengajak dan mendampingi guru lain di satuan pendidikan peserta untuk mengikuti Program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum. Peserta mendokumentasikan video pengimbasan dan mengunggah video tersebut pada kanal video berbagi (Youtube) dengan memasukkan link URL video tersebut sebagai syarat untuk mengunduh Piagam Penghargaan.

 

Referensi:

https://gurubelajar.kemdikbud.go.id/

 

Penulis :Ni Made Wahyu Supraba Wathi, Guru Bahasa Inggris, SMAN 1 Kubu, Karangasem, Bali.

 

Rabu, 24 Februari 2021

Multi Peran Guru di Kala Pandemi

 

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama hampir setahun telah mengoyak segala sendi kehidupan. Salah satunya pendidikan. Peran guru di masa pandemi ini tentunya bertambah berat karena harus memutar otak agar pelaksanaan pembelajaran bisa berlangsung efektif. Satu hal yang paling utama bagi guru adalah menjaga dan memelihara motivasi dan suasana belajar siswa selama mereka belajar mandiri dari rumah. Ini menjadi tanggung jawab utama guru untuk merangsang keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran di tengah pandemi. Seperti yang penulis alami selama pelaksanaan PJJ, aneka inovasi dan kreativitas dengan memanfaatkan IT telah dilakukan dan berbagai variasi pembelajaran juga diterapkan. Akan tetapi, jika minim dukungan, motivasi dan bimbingan dari pendidik itu sendiri, pembelajaran yang efektif akan tidak tercapai secara optimal. Hal ini disebabkan siswa tidak terbiasa untuk menjadi pembelajar mandiri. Mereka masih perlu tuntunan dan bimbingan walaupun apa yang telah diberikan guru telah memiliki petunjuk yang jelas.

Dalam hal ini, guru memegang multi peran yakni sebagai pembelajar, motivator dan sekaligus konselor. Sebagai pembelajar tentunya sebagai pendidik dimasa pandemi harus punya komitmen yang tinggi untuk mempelajari ilmu-ilmu baru yang berbasis IT guna mendukung pelaksanaan PJJ, seperti dengan mengikuti berbagai seminar/pelatihan. Sebagai motivator, guru memiliki peran sentral untuk terus memacu semangat dan motivasi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran. Pemberian semangat dan motivasi selama melakukan pembelajaran jarak jauh akan meminimalisir tingkat kejenuhan siswa. Dan sebagai konselor, guru berperan membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya serta  membantu mereka memahami dan menyadari akan tanggung jawabnya sebagai seorang siswa. Ini berarti guru juga belajar berempati terhadap keadaan siswa, seperti misalnya siswa dengan keterbatasan ekonomi karena orang tuanya kehilangan mata pencaharian sejak Covid-19 melanda ataupun siswa yang bertempat tinggal yang jauh dari akses internet. Dari gambaran tersebut, guru/pendidik lebih dilatih untuk memahami kondisi dan karakteristik peserta didiknya sehingga ini akan menjadi acuan dalam pemilihan metode dan media pembelajaran selama PJJ berlangsung.

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, Guru bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Selasa, 23 Februari 2021

Tantangan dan Hikmah Seorang Pendidik di Balik Pandemi (Bagian 2)

 

Tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang tantangan yang dihadapi seorang pendidik dan hikmah yang diperoleh di tengah pandemi.

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19 telah mengagetkan guru di seluruh pelosok tanah air ini. Bagaimana tidak, pola pembelajaran berubah secara radikal dan memaksa guru untuk ‘melek’ IT. Sebelum pandemi melanda, sebagian besar guru masih mengesampingkan  pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Guru sudah asyik dan nyaman melakukan pembelajaran tatap muka di kelas tanpa pernah berpikir pembelajaran akan berlangsung di dunia maya. Tetapi, ketika pandemi datang, guru dibuat kelabakan karena perubahan sistem pendidikan yang mendadak. Tidak sedikit guru terutama yang sudah berumur ataupun menjelang pensiun menjadi shock dan terpukul akan pelaksanaan pembelajaran lewat dunia maya yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Ibarat baru lahir yang tidak tau apa-apa dan seketika harus menghadapi situasi darurat. Nah, bagaimana untuk menghadapi itu semua? Tiada jawaban lain selain guru harus meningkatkan kompetensi mereka terutama dalam hal pengembangan strategi dan media pembelajaran jarak jauh berbasis IT.

Selama pandemi ini, para guru berlomba-lomba mengikuti webinar/diklat/bimtek yang berlangsung secara virtual (online). Beragam materi dan strategi pelaksanaan PJJ  disampaikan pada pelatihan-pelatihan daring tersebut. Melalui pelatihan-pelatihan online tersebut, para guru diharapkan memiliki bekal yang penuh untuk merancang materi dan strategi pembelajaran jarak jauh yang pada akhirnya juga bisa membangkitkan motivasi belajar peserta didik selama mereka belajar dari rumah. Inilah salah satu hikmah di balik pandemi bagi seorang guru. Pandemilah yang membuat guru untuk mulai hidup berdampingan dengan teknologi. Guru mulai melakukan kreativitas dan inovasi dalam hal metode pembelajaran dan pembuatan media pembelajaran daring.

Di sinilah saatnya guru menjadi guru belajar walupun sudah mengajar. Selain belajar tentang penggunaan teknologi, guru juga belajar bersabar dan berempati terhadap karakteristik peserta didik. Bersabar dalam artian guru harus mampu menahan emosi dalam menghadapi beragam prilaku siswa. Guru tidak hanya mengalami kesulitan dalam penggunaan teknologi, tapi juga menemui kendala dalam memahami kondisi dan karakter peserta didik saat belajar dari rumah. Peserta didik yang tingkat kemandirian belajarnya sangat rendah menjadi tugas berat guru untuk membangkitkan semangat dan motivasi belajar mereka. Ini menjadi tanggung jawab utama guru untuk merangsang keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran di tengah pandemi.

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Senin, 22 Februari 2021

Tantangan dan Hikmah seorang pendidik di balik Pandemi

 

Artikel ke-22 yang diikutkan dalam lomba blog PGRI ini mengupas tentang segala tantangan yang saya rasakan sebagai guru di masa pandemi ini. Pada akhirnya segala rintangan yang menjadi tantangan tersebut melahirkan hikmah.

Belum pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dunia pendidikan di Indonesia akan mengalami transformasi yang drastis. Tidak bisa diprediksi akan terjadi pandemi yang telah melumpuhkan segala sektor kehidupan termasuk pendidikan. Pandemi ini telah berdampak besar pada sektor pendidikan karena telah mengubah wajah pendidikan di Indonesia. Pola pendidikan yang sebelumnya terstruktur dengan pembelajaran tatap muka harus beralih ke pembelajaran virtual dalam jaringan (daring). Tidak mudah untuk menjalani itu semua karena beragam kendala  menghampiri pelaksanaan pembelajaran daring tersebut. Walaupun berbagai persoalan  menimpa dunia pendidikan di negeri ini, hak peserta didik akan layanan pendidikan harus tetap terpenuhi.

Kondisi pandemi Covid-19 yang telah meruntuhkan segala sendi kehidupan memaksa praktisi pendidikan dalam hal ini tenaga pendidik/guru untuk mampu beradaptasi dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang harus dijalankan dalam masa pandemi ini menuntut para guru/pendidik untuk memberdayakan kompetensinya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Di sinilah kompetensi guru tertantang dalam memberikan layanan pembelajaran yang optimal kepada peserta didiknya. Mau tidak mau seorang guru yang melaksanakan pembelajaran di masa pandemi ini harus meng-upgrade diri agar bisa menciptakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menyenangkan, kreatif, inovatif, adaptif dan variatif. Dengan demikian, peserta didik kita bisa termotivasi dan terhapus kejenuhan mereka dalam mengikuti pembelajaran daring ini.

Pandemi Covid-19 telah berlangsung hampir setahun sejak pertengahan Maret tahun lalu dan belum ada kepastian kapan akan berakhir mengingat grafik penyebaran wabah ini belum menunjukkan angka penurunan dan bahkan kian meningkat akhir-akhir ini. Sebagai guru dalam masa pandemi ini, apakah yang telah kita lakukan sepanjang tahun ini? Sudah mampukah menciptakan atmosfer pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna untuk para peserta didik kita? Mampukah kita memotivasi peserta didik untuk ikut terlibat dalam pembelajaran? Mampukah kita memupuk semangat dan motivasi belajar peserta didik agar tetap terjaga?  Pertayaan-pertanyaan tersebut tidak terlepas dari komitmen kita sebagai guru/pendidik untuk beradaptasi dan bertransformasi guna menunjang peningkatan kompetensi dan kualitas diri.

Seperti yang telah diungkapkan sekilas di atas, pada awal pelaksanaan PJJ di era pandemi, beragam permasalahan muncul mulai dari keterbatasan kemampuan dalam menggunakan teknologi, fasilitas pembelajaran yang kurang memadai seperti gawai/gadget, laptop, kuota internet sampai jaringan/akses internet yang tidak semua terjangkau di berbagai daerah. Berbagai dilema tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pendidik untuk berkreativitas dan berinovasi dalam pemilihan metode dan media dalam pembelajaran.

 

Referensi:

Yayat Hendrayana, 2020. Tantangan Dunia Pendidikan di Masa Pandemi. Diakses pada tanggal 22 Pebruari 2021 pada alamat https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/tantangan-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi/

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

 

Minggu, 21 Februari 2021

Meng-Upgrade Diri sebagai Guru bersama E-Guru.id

 

Saat ini mau tidak mau para guru dituntut untuk mampu menggunakan kecanggihan perkembangan teknologi informasi dan  komunikasi. Pada era pembelajaran sekarang yakni era pandemi, guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk merencanakan dan merancang  pembelajaran yang kreatif. E-Guru.id merupakan sebuah website membership yang menyediakan beraneka fasilitas untuk mendukung peningkatan kompetensi akademisi baik guru, dosen, instruktur, maupun pelaku pendidikan lainnya. Seoarang guru yang ingin meng-upgrade kompetensi dan kualitas dirinya sebagai guru yang profesional, guru tersebut hendaknya bergabung bersama E-Guru.id. Begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan jika tergabung menjadi member E.Guru. id. Inilah saatnya para guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam wadah literasi digital.

Adapun fasilitas yang diperoleh jika sudah bergabung menjadi member yakni:

  1. Pelatihan online : Berupa pelatihan yang dilaksanakan secara online yang dipandu oleh instruktur/fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat pelatihan pola 32 jam (jika lulus pelatihan). Setiap member berhak mengikuti pelatihan online sekali dalam 1 bulan.
  2. Seminar online rutin : Berupa Seminar online yang akan dilaksanakan rutin tiap bulan, dengan topik, materi dan narasumber sesuai kebutuhan guru / member. Setiap peserta webinar mendapatkan e-sertifikat dan bonus/materi sesuai topik webinar.
  3. Perangkat Pembelajaran : Berupa kumpulan media pembelajaran, PPT Interaktif, dan contoh RPP dari berbagai mapel dan jenjang pendidikan yang bisa di download di member area. Sumber produk ini bisa dari tim e-guru.id, kontribusi member/guru, atau dari sumber lain yang memungkinkan kita bisa menggunakan dan mendistribusikannya.
  4. Template Perangkat pembelajaran : Berupa template untuk pembuatan media pembelajaran, rencana pembelajaran, buku ajar, alat evaluasi, dsb.Template ini dapat digunakan oleh guru untuk membuat media pembelajaran atau perangkat pembelajaran yang lain tanpa harus mendesain dari awal, cukup dengan mengedit / mengganti kontennya saja, sudah bisa membuat suatu perangkat pembelajaran yang baru.
  5. Materi E-course : Berupa materi pelatihan yang dikemas dalam bentuk file video atau pdf sehingga member dapat berlajar mandiri.
  6. Grup khusus member : Group telegram khusus diskusi dan share informasi terkait pelayanan dan promo khusus member

                                             

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris di SMA Ngeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Sabtu, 20 Februari 2021

LKPD Interaktif dan Menarik dengan Liveworksheet

 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau yang biasa dikenal dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu perangkat pembelajaran dalam bentuk lembar kerja yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Biasanya, lembar kerja tersebut berisi petunjuk atau langkah-langkah dalam mengerjakan soal/tugas yang diberikan. Demi mengaktifkan dan memotivasi siswa dalam pembelajaran, guru dituntut untuk mampu merancang dan mengembangkan sebuah lembar kerja untuk peserta didik sesuai dengan kondisi dan situasi kegiatan pembelajaran yang akan dihadapi. Ini berarti bahwa penyusunan lembar kerja peserta disesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai.

Penyusunan LKPD tidak hanya dirancang dalam bentuk cetak yang siap dibagikan kepada peserta didik, tetapi juga disusun secara online dan interaktif untuk mendukung pembelajaran jarak jauh ini. Aplikasi berbasis web  live workheet merupakan sebuah aplikasi yang disediakan gratis oleh Google. Aplikasi ini memungkinkan guru mengubah lembar kerja tradisional yang dapat dicetak (dokumen, pdf, jpg , atau PNG) menjadi latihan/tugas online yang interaktif dan sekaligus otomatis terkoreksi. Peserta didik dapat mengerjakan lembar kerja yang disusun secara online dan mengirimkan jawaban mereka kepada guru secara online juga. Kelebihan aplikasi ini terutama untuk siswa yaitu aplikasi LKPD ini bisa dikerjakan secara interaktif dan memotivasi. Sementara itu, untuk guru aplikasi ini benar-benar menghemat waktu dan kertas. Dalam aplikasi Liveworksheet ini, guru bisa menggunakan lembar kerja yang sudah disediakan oleh aplikasi atau bisa juga dapat membuat sendiri sesuai kebutuhan. Jika ingin menggunakan lembar kerja milik guru lain, cukup dengan copy link, kemudian custom link dan langsung dapat disebarkan kepada siswa. Aplikasi ini memiliki koleksi ribuan lembar kerja interaktif yang mencakup banyak pembelajaran bahasa dan mata pelajaran.

Seandainya guru ingin berinisiatif membuat lembar kerja sendiri, guru harus mengunggah dokumen LKPD yang sudah dalam bentuk pdf  dan itu akan diubah menjadi gambar. Kemudian, guru  menggambar kotak di lembar kerja dan memasukkan jawaban yang benar. Penggunaan lembar kerja bagi peserta didik pun cukup mudah. Peserta didik cukup membuka lembar kerja, melakukan latihan dan mengklik "Selesai". Kemudian mereka memilih "Kirim jawaban saya ke guru" dan masukkan email guru (atau kode kunci rahasia). Selanjutnya,  guru akan mendapatkan pemberitahuan melalui email, dan guru dapat mengecek kiriman LKPD siswa.

 
                                            Contoh LKPD penulis

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Jumat, 19 Februari 2021

Memikat Siswa di Tengah Pandemi dengan ABG berbasis CRAFT

 

Tiada yang tau kapan hawa ini akan memudar

Semesta yang terselimut pandemi

Tlah mengoyak  rupa tanah air ini

Stagnansi terjelma di setiap zona

 

Tak terelakkan …

Roman pendidikan hilang kemudi

Tergempar …

Sgalanya berpaling haluan

 

Namun, kutetap bangkit dan berjuang

Gempuran ini takkan memadamkan

Sang guru tuk melenyapkan degradasi pengetahuan dan moral

 

Penggalan puisi di atas merupakan goresan hati penulis sebagai pendidik di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang sudah hampir 12 bulan melanda negeri ini. Tiada yang bisa memastikan kapan wabah ini  berakhir. Pandemi ini telah melumpuhkan segala sektor kehidupan tak terkecuali pendidikan. Sistem pendidikan harus beralih dari dunia nyata ke dunia maya yang diistilahkan dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Hal tersebut dikuatkan oleh terbitnya Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19). Ini diberlakukan di awal tahun ajaran baru ini. Lebih dari itu, setelah dikeluarkannya surat edaran tersebut, ada sedikit kelegaan bagi daerah yang berada di zona hijau yang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tetapi, hal tersebut harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) di empat kementerian yakni  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Akan tetapi, hanya sedikit daerah kabupaten/kota yang berada di zona hijau, selebihnya di  zona kuning, oranye dan merah. Artinya, hampir seluruh peserta didik kembali mengikuti pembelajaran dari rumah (PJJ).  Seperti yang penulis alami, daerahnya berada pada zona merah (berada di kabupaten Karangasem, Bali) yang tidak mungkin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Beragam dilema pun hadir menyertai pelaksanaan sistem pembelajaran daring ini, mulai dari kendala akses internet, keterbatasan ekonomi masyarakat dan yang paling dominan merosotnya motivasi belajar siswa.

Banyak guru dan orang tua siswa mengeluhkan adanya penurunan semangat dan motivasi belajar siswa selama mereka mengikuti pembelajaran daring. Kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh. Guru harus mampu mendesain sebuah strategi/metode pembelajaran yang bervariasi dan tidak monoton untuk melenyapkan kebosanan siswa ketika mereka belajar dari rumah.

Saat ini, hal yang paling vital dilakukan oleh pendidik dalam pembelajaran di masa pandemi ini adalah memelihara semangat dan motivasi siswa agar kenyamanan mereka tetap terjaga. Berdasarkan pengalaman penulis yang telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh di SMA Negeri 1 Kubu, penulis menemukan inti permasalahan mengapa banyak siswa tidak mengikuti proses pembelajaran. Terlepas dari hambatan akan akses internet (sinyal) dan kuota internet, ada hal utama di balik rendahnya semangat siswa yakni disebabkan oleh pembelajaran yang monoton. Penulis menyimpulkan bahwa jika pembelajaran dikemas dengan menarik dan menyenangkan, penulis yakin mereka akan tertarik untuk ikut belajar.

Demi terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas, penulis berupaya meng-upgrade (meningkatkan) kompetensinya dalam hal pengembangan strategi dan media pembelajaran jarak jauh berbasis IT. Semua hal tersebut ditempuh untuk menciptakan pembelajaran jarak jauh yang bemakna, menyenangkan dan menggugah gairah siswa untuk belajar dari rumah.

Setelah menjalankan kebijakan pemerintah untuk menjalankan proses pembelajaran jarak jauh, penulis menemukan permasalahan utama. Permasalahan tersebut adalah siswa telah memiliki fasilitas pendukung pembelajaran seperti gawai/gadget dengan kuota internetnya dan didukung pula oleh jangkauan internet yang baik. Namun, mereka tetap enggan terlibat dalam pembelajaran daring.    Nah, bagaimana solusi untuk permasalahan tersebut? Di sinilah penulis memainkan perannya sebagai kreator, inovator dan motivator dalam PJJ ini.

Sebagai kreator dan inovator, penulis menformulasikan sebuah metode pembelajaran daring yang dikenal dengan metode ABG. ABG  merupakan akronim dari Animation, Blog dan Game.

  1. Animation

Animation yang dimaksud dalam metode ini yaitu pembuatan media pembelajaran berbasis animasi. Melalui platform Google Classroom, siswa distimulasi untuk menumbuhkan motivasi dan konsentrasi belajar mereka. Siswa dirangsang untuk bereksplorasi melalui media yang diberikan. Melalui stimulus yang diberikan kepada siswa, materi yang disuguhkan bisa memikat perhatian dan minat mereka dalam mengikuti pembelajaran. Dalam hal ini, penulis menstimulasi siswa dengan menyajikan berbagai video pembelajaran dalam bentuk animasi. Video pembelajaran animasi tersebut dirancang sendiri oleh penulis lewat channel YouTubenya yang diselaraskan dengan indikator kompetensi yang ingin dicapai di akhir pembelajaran. Video animasi ini dibuat dengan aplikasi berbasis web ataupun terpasang di android seperti Powtoon, Plotagon, Renderforest, Animaker, Biteable dan Animatron.

Penulis mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris tingkat SMA. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, salah satu aspek keterampilan bahasa yang harus dikuasai siswa adalah keterampilan berbicara. Siswa diharapkan mampu bermonolog/berdialog sesuai dengan indikator yang ditentukan. Dalam video animasi yang diberikan, ditampilkan tokoh kartun yang sedang bermonolog/berdialog yang bisa dijadikan model/contoh bagi siswa.

  1. Blog

Blog merupakan website pribadi yang dimanfaatkan untuk berbagi informasi yang berupa postingan di dunia maya. Blog dikelola dan digunakan penulis selama PJJ berlangsung. Melalui blog ini, siswa bisa mengakses informasi belajar dan juga berbagi materi kapan dan di mana pun. Penulis memposting materi dalam bentuk teks,  gambar dan juga soal/kuis online. Di Google Classroom, penulis mengunggah materi yang bisa diakses dan dibaca siswa di blog. Setelah siswa membuka dan membaca materi, mereka diminta membuat resume, menyampaikan pendapat ataupun bertanya di kolom komentar pada materi tersebut. Dengan demikian, pembelajaran lebih interaktif, efektif dan menyenangkan.

  1. Game

Saat pembelajaran, materi dalam bentuk teks (melalui blog) maupun video animasi (melalui YouTube) disajikan ke siswa. Setelah materi dibaca/disimak, pemahaman/pengetahuannya akan dievaluasi melalui kuis/game yang diikuti secara online. Ini akan membuat siswa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mempelajari materi yang diberikan. Siswa di era sekarang sangat lekat dengan gawai. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan hanya untuk bermain game online daripada belajar online. Nah, tidak salah penulis mencoba untuk mengevaluasi pembelajaran mereka melalui game.

Penulis telah membuat kuis/game dengan beragam aplikasi web seperti  Kahoot, Quiziz, Educandy dan juga Wordwall. Namun, penulis lebih sering menggunakan Wordwall karena menyediakan beragam template menarik dan bersifat interactive dan printable. Penulis juga sudah merancang aplikasi game android yang bisa dipasang dan dimainkan siswa kapan pun. 

Nah, itulah metode pembelajaran jarak jauh inovatif yang digunakan penulis demi membangkitkan semangat dan motivasi siswa. Selama diimplementasikan dalam pembelajaran daring, ada peningkatan motivasi dari siswa meskipun masih belum maksimal karena masih ada siswa yang kurang peduli atau tidak responsif dengan proses pembelajaran meskipun sudah dikemas sekreatif dan semenarik mungkin. Mengapa demikian? Hal ini terus menjadi pertanyaan di benak penulis, ada apa dengan anak-anakku. Penulis terus berupaya untuk memikat siswa agar mau belajar di tengah pandemi ini. Penulis sangat khawatir jika peserta didiknya nihil pengetahuan karena tidak pernah terlibat dalam pembelajaran.

Untunglah, penulis terinspirasi dengan sebuah metode pengembangan motivasi setelah mengikuti pelatihan. Metode tersebut adalah CRAFT yang merupakan akronim dari Cancel, Replace, Affirmation, Focus dan Train. Metode ini diperkenalkan oleh Mardigu WP (2017) yang merupakan suatu teknik sederhana tentang pengetahuan aplikasi psikologi modern. Metode ini merupakan teknik pengendalian yang terstruktur terhadap jiwa/diri/individu. Ini merupakan salah satu teknik Self-Image Programming (Citra Diri) yang diperkenalkan oleh teknik Psychocybernatic. Teknik Psychocybernatic sendiri merupakan teori yang dikemukakan oleh Maxwell Maltz di tahun 1994 dalam bukunya yang berjudul Kekuatan Ajaib Psikologi Citra Diri. Pada intinya, CRAFT ini merupakan suatu metode untuk mengembangkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Berikut adalah ilustrasinya:

 

MINDSET SALAH

Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemi ini sangat sulit saya ikuti karena saya tidak bisa membuat tugas alias ‘bodoh’.

            CANCEL           REPLACEAFFIRMATIONFOKUS TRAINING 
Saya tidak boleh cuek dan malas.  Saya harus jadi siswa yang rajin dan bersemangat dalam belajarDengan aktif dan banyak bertanya tentang pelajaran yang sulit, saya bisa memiliki pengetahuan dan bisa membuat tugasSaya pasti bisa menjadi siswa yang aktif dan bersemangat dalam pembelajaran sehingga bisa menjadi siswa yang cerdas walaupun belajar dari rumahSaya membayangkan jadi siswa yang aktif dan bersemangat dalam pembelajaran sehingga bisa menjadi siswa yang cerdas walaupun belajar dari rumahMulai membiasakan diri layaknya siswa yang aktif dan bersemangat dalam pembelajaran sehingga bisa menjadi siswa yang cerdas walaupun belajar dari rumah

 

Motivasi sederhana inilah yang penulis tanamkan pada diri peserta didik agar bisa menghapus pola pikir mereka yang keliru. Penulis berusaha menumbuhkan motivasi intrinsik mereka bahwa sejatinya mereka itu mampu untuk mengikuti pembelajaran, mampu mengerjakan semua tugas dan mampu menjadi siswa yang aktif dan bersemangat dalam pembelajaran sehingga menjadi siswa yang aktif, kreatif, produktif dan cerdas di tengah pandemi Covid-19. Melalui teknik penanaman motivasi ini, syukurlah gairah belajar mereka berangsur-angsur tumbuh dan semakin berkembang. Ketika artikel ini ditulis, metode CRAFT ini baru diterapkan selama seminggu, sehingga perubahan sikap siswa belum begitu signifikan. Ke depan, implementasi ABG yang dilandasi dengan metode CRAFT akan terus dilakukan dalam PJJ di SMA Negeri 1 Kubu sehingga suasana hati dan semangat siswa tetap terjaga dan pembelajaran pun menjadi bermakna dan menyenangkan.

 

Referensi

Kemdikbud, 2020. Mendikbud Kembali Tegaskan Pembukaan Sekolah Di Zona Hijau Harus Mengedepankan Protokol Kesehatan.  Diakses pada tanggal 14 November 2020 di alamat https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/07/mendikbud-kembali-tegaskan-pembukaan-sekolah-di-zona-hijau-harus-mengedepankan-protokol-kesehatan

Suryaningsih, Arifah. 2020. Merawat Semangat Belajar Daring. Diakses pada tanggal 14 November 2020 di alamat https://news.detik.com/kolom/d-5063269/merawat-semangat-belajar-daring?utm_source=copy_url&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=news

Wathi, Ni Made Wahyu Supraba. 2020. Kolaborasi Aneka Inovasi Guru Dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi. Diakses pada tanggal 13 November 2020 di alamat https://wahyusuprabawathienglish.blogspot.com/2020/10/kolaborasi-aneka-inovasi-guru-dalam.html

WP, Mardigu. 2017. CRAFT: Cancel Replace Affirmation Focus Train. Diakses pada tanggal 10 November 2020 di alamat https://abid912.wordpress.com/2017/03/18/craft-cancel-replace-affirmation-focus-train/

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kubu

Kamis, 18 Februari 2021

Melirik Instagram dan Tik Tok sebagai Media Pembelajaran. Bisakah?

 

Pada tulisan saya yang ke-18 dalam ajang lomba blog PGRI ini , saya ingin mengangkat sesuatu yang sedikit berdeda dari artikel-artikel sebelumnya. Artikel ini adalah sebuah ide menarik yang mungkin bisa diaplikasikan tergantung kreativitas sang guru untuk menyajikan sebuah metode dan media pembelajaran berbasis pembelajaran sosial.

Instagram dan Tik Tok adalah media sosial yang sedang trending di kalangan generasi muda terutama di usia sekolah SMP dan SMA. Banyak anak muda yang sebagai generasi milineal memanfaatkan kedua media sosial tersebut sebagai upaya untuk eksistesi dan aktualisasi diri. Nah, pertanyaannya, bisakah atau mungkinkah guru memperdayakan kedua media sosial yang populer tersebut  sebagai media pembelajaran yang adaptif dan variatif?

  1. Instagram : PJJ sudah berlangsung selama setahun. Banyak guru mulai beralih untuk menggunakan media sosial seperti instagram sebagai media pembelajarannya. Di sini sebuah akun khusus yang berisi konten-konten pembelajaran perlu dibuat guru jika ingin memanfaatkan instagram sebagai media pembelajaran yang diharapkan mampu merangsang minat dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dari rumah. Saat ini, para siswa lebih tertarik untuk belajar melalui media sosial dibandingkan lewat media cetak yang salah satunya buku. Ini yang menyebabkan guru memanfaatkan platform media sosial dalam proses belajar mengajar di kelas maya. Instagram adalah media sosial tempat membagikan gambar dan video. Guru bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di instagram seperti diantaranya kamera, caption,IG TV, instagram story ataupun tag dan hastag untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sementara itu, adapun jenis konten pembelajaran yang cocok untuk diunggah di instagram adalah materi dalam bentuk infografis. Guru bisa memposting infografis yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Infografis ini bisa berisi rangkuman pembelajaran seperti menggunakan metode mind mapping. Infografis materi pembelajaran tentu akan lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa kita. Selain itu, guru juga bisa membuat dan memposting video pembelajaran yang menarik dan menyenangkan di IG TV. Pada fitur IG stories, guru bisa memanfaatkannya sebagai tempat Q & A (Question & Answer) yakni membuat kuis singkat seputar materi pembelajaran yang telah disampaikan.
  2. Tik Tok : Ini adalah aplikasi media sosial pembuat video pendek yang sedang marak bak wabah yang menjangkiti anak-anak muda di era kecanggihan digital saat ini. Pada umumnya, video-video pendek di Tik Tok lucu yang sifatnya hanya sebagai hiburan. Tapi belakangan, video-video pendek dari para kreator bervariasi dari segi tema seperti tutorial, fotografi dan berbagai keterampilan lainnya. Tik Tok juga digunakan untuk promosi bisnis yang bisa mendongkrak pasar. Nah, dari berbagai kepopuleran tersebut mungkinkah Tik Tok bisa dimanfaatkan untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran? Sebelum terjawab, kita kenali dulu fitur-fitur yang ada di Tik Tok. Video di Tik Tok memiliki durasi yang sangat pendek yaitu 15 detik. Konten yang berdurasi pendek sangat disukai, tapi untuk menyampaikan materi pelajaran dalam 15 detik itu sangat kurang. Jika guru ingin mencari atmosfer pembelajaran yang berbeda, bisa saja membuat video di TikTok dengan memenggal per sub bab sesuai durasi Tik Tok yang hanya 15 detik. Salah satu kelebihan Tik Tok adalah pengguna bisa menggunakan background musik yang tersedia secara gratis. Inilah yang menyebabkan konten video di TikTok menjadi lebih menarik tanpa khawatir akan kena copyright. Dengan demikian, para siswa yang suka belajar dengan audio visual akan sangat tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Pembelajaran dengan aplikasi Tik Tok bisa berjalan dengan interaktif karena diiringi oleh konten video berlatar belakang musik. Atau, bisa juga siswa diminta untuk presentasi singkat apa yang telah mereka pelajari. Misalnya, dalam pelajaran bahasa Inggris tentang materi Procedure Text, siswa diminta untuk mendemonstrasikan langkah-langkah  penggunaan salah satu alat teknologi. Ini akan merangsang daya kreativitas siswa dalam memahami materi pelajaran. Nah, berdasarkan kelebihan-kelebihan yang ada pada aplikasi Tik Tok, sepertinya guru bisa memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Hanya saja, sebaiknya tidak dijadikan sebagai media utama dan mungkin hanya sebagai selingan sebatas untuk mencari suasana yang baru dan menyegarkan dalam PJJ ini.

Referensi : 

Edukasi, 2020. Jenis Konten Pembelajaran yang Cocok untuk Mengisi Instagram Anda. Diakses tanggal 18 Pebruari 2021 pada alamat https://blog.kejarcita.id/jenis-konten-pembelajaran-yang-cocok-untuk-mengisi-instagram-anda/

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Rabu, 17 Februari 2021

Google Suite for Education sebagai Platform Pembelajaran Andalan di Tengah Pandemi

 

Pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 telah berlangsung hampir setahun sejak Pebruari 2020 lalu. Pada awal diberlakukannya kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dirasakan sangat berat bagi kami para guru untuk melaksanakannya. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor keterbatasan kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, sarana dan prasarana yang mendukung khususnya para siswa dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Walaupun sederet permasalahan tersebut, pembelajaran harus tetap dilaksanakan demi tetap terpenuhinya hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan meskipun dilanda pandemi. Oleh sebab itu, guru harus mampu berkreasi dan berinovasi dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Beragam media pembelajaran bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Salah satu platform pembelajaran yang mendukung pelaksanaan PJJ adalah Google. Situasi pandemi Covid-19  yang melanda dunia termasuk Indonesia telah mengundang kepedulian Google untuk berkomitmen  menfasilitasi dalam hal pengelolaan pembelajaran jarak jauh bagi para guru dan siswa. Google Suite for Education adalah rangkaian fitur dan layanan Google gratis yang disesuaikan untuk sekolah khususnya yang sedang dalam pembelajaran jarak jauh. Ini merupakan perangkat fitur yang mengedepankan produktivitas dan kolaborasi dengan sistem Google Cloud untuk memudahkan para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar secara online. Adapum fitur layanan Google for Education ini adalah:

  1. Google Classroom : Perangkat utama dari Google Suite For Education adalah Google Classroom. Layanan unggulan ini dapat dimanfaatkan guru dan murid untuk mengatur kegiatan kelas seperti membuat kelas, menyampaikan materi,  mengirim tugas ke seluruh siswa dan menilai tugas. Pada intinya, perangkat ini hemat waktu, mengorganisasi semua tugas dengan mudah, mengadakan komunikasi dan diskusi dengan cepat serta data akan aman.
  2. Google Form : layanan dari Google ini memudahkan  guru untuk membuat survey, kuis/soal ulangan dan tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kita bisa mendapatkan jawaban secara langsung dari peserta yang mengikuti survei.
  3. Google Meet : Ini adalah layanan Google yang memungkinkan guru dan siswa bisa bertatap muka secara virtual dalam video.
  4. Google Hangaouts : Google hangout adalah fasilitas dari Google for education yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan chat, video call atau video call secara group.
  5. Gmail : Dengan G Suite for Education, kita akan mendapat fasilitas email dari Google termasuk storage tanpa batas lalu perlindungan data yang sangat aman dari google.
  6. Google Kalender :  kalender yang disediakan tidak hanya untuk menunjukan tanggal , bulan , dan tahun, tetapi dapat juga digunakan untuk menunjang pendidikan anda seperti mengatur jadwal meeting.
  7. Google Office (Docs, Spreadsheet, Slides) : Ini dapat dilakukan dengan berkolaborasi. Misal ada tugas sekolah yang dilakukan secara berkelompok maka cukup buat satu file baru lalu undang semua anggota kelompok maka secara bersamaan mereka semua dapat langsung mengerjakan tugas tersebut.
  8. Google Sites : Ini adalah layanan pembuatan website dari Google. Kita dapat mengatur isi kontennya, menunya, dan desainnya dengan keinginan kita sendiri.

 

Referensi :

Eikon Technology. 2019. Pengertian G Suite for Education dan Manfaatnya. Diakses pada tanggal 16 Pebruari 2021 di alamat https://blog.eikontechnology.com/pengertian-g-suite-for-education-dan-manfaatnya/

 

Penulis: Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru Bahasa Inggris, SMAN 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Selasa, 16 Februari 2021

SWAY sebagai Media Pembelajaran yang Keren & Atraktif

 

Microsoft Sway merupakan salah satu aplikasi andalan dari Microsoft 365. Aplikasi ini menfasilitasi kita dalam membuat dan berbagi laporan, kisah pribadi, buletin, presentasi yang atraktif dan masih banyak lagi. Kita bisa berkreasi dalam membuat konten yang menarik dengan Sway. Kita bisa menyisipkan teks dan gambar, mencari dan mengimpor konten yang relevan dari sumber lain. Kita tidak harus memiliki kemampuan desain khusus untuk memodifikasi dan menyajikan informasi secara modern, interaktif dan menarik. Hal tersebut karena apapun yang kita tambahkan sudah didesain otomatis dan Sway akan membantu menyempurnakan kreasi kita.

Dalam bidang pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran, fitur ini menawarkan layanan pembuatan media pembelajaran khususnya dalam bentuk presentasi bahan ajar/materi. Adapun kelebihan dari Sway ini yaitu:

  1. Dapat digunakan dengan mudah. Kita hanya memasukkan konten seperti gambar, teks, video ataupun audio dan selebihnya Sway akan mengkreasikan tampilannya.
  2. Dapat dioperasikan di perangkat manapun seperti laptop, handphone ataupun tablet. Hal tersebut dikarenakan setelah kita membuat design Sway, kita akan mendapatkan link. Nah, link inilah yang akan dibagikan ke siswa.

Sway juga memiliki kelemahan tersendiri yakni tidak seperti media presentasi Power Point yang bisa dioperasikan secara offline. Karena digunakan secara online, jaringan internet harus stabil untuk bisa mengakses dan membuat sebuah media presentasi materi yang keren ini.

Nah, bagaimana cara membuatnya? Berikut petunjukknya:

  1. Kunjungi situs Sway.Office.com di browser apa pun, kemudian klik masuk di bilah menu atas. Kita bisa masuk dengan akun Microsoft gratis atau menggunakan akun sekolah. Jika belum memiliki akun, kunjungi www.microsoft.com/account untuk mendaftar secara gratis.

  2. Tempat untuk mengetik, menyisipkan, mengedit, dan memformat konten disebut dengan Alur cerita (storyline). Di sinilah kita menambahkan konten seperti teks, gambar, video ataupun audio.
  3. Berikan judul pada Sway yang dibuat. Klik teks  Beri judul Sway yang ditampilkan di kartu pertama pada Alur Cerita, lalu ketikkan deskripsi singkat yang bermakna mengenai Sway yang dibuat.
  4. Tambahkan konten ke Sway yang telah dibuat. Pada bilah menu, klik Sisipkan, pilih sumber konten yang diinginkan dari menu, lalu masukkan kata kunci atau frasa pencarian apa pun ke dalam kotak Cari sumber.
  5. Lihat pratinjau Sway. Kita dapat melihat pratinjau pekerjaan yang sedang berlangsung kapan saja dengan mengklik tab Desain.
  6. Mengubah gaya Sway yang dibuat. Untuk memilih gaya Sway, klik Desain pada bilah menu, lalu pilih Gaya.
  7. Bagikan Swy yang telah dibuat. Klik tombol Bagikan pada bilah menu atas untuk membagikan link Sway.
Contoh tampilan Sway penulis[/caption]

 

Referensi: 

Admin Microsoft 365. Memulai Menggunakan Sway. Diakses Tanggal 15 Pebruari 2021 pada https://support.microsoft.com/id-id/office/memulai-menggunakan-sway-2076c468-63f4-4a89-ae5f-424796714a8a

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru Bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

Senin, 15 Februari 2021

SAWER sebagai Strategi Pembelajaran Jarak Jauh di Kala Pandemi


 
Sejak awal Pebruari 2021, tatanan pendidikan Indonesia berubah seketika saat pandemi Covid-19 mulai mewabah . Perubahan sistem pendidikan yang tiba-tiba sontak membuat para insan pendidikan terutama guru kalang kabut dalam menghadapi perubahan ini. Sistem pendidikan yang sebelumnya terorganisasi secara tatap muka, harus ditransformasi menjadi pembelajaran jarak jauh yang diistilahkan dengan BDR (Belajar Dari Rumah). Segala proses pelaksanaan pembelajaran harus dilaksanakan secara daring (online) demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Menanggapi kondisi yang demikian, pemerintah sangat perlu menentukan kebijakan dalam menghadapi kondisi darurat wabah Covid-19 tersebut. Hal tersebut telah dibuktikan dengan adanya Surat Edaran Kemdikbud No 4 Tahun 2020 mengenai Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat  Corona virus Disease (Covid-19). Pemerintah telah menentukan tiga prinsip kebijakan terkait pembelajaran daring. Pertama, pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Kedua, pembelajaran difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Ketiga, aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjanagan akses/fasilitas belajar di rumah.

Untuk menyesuaikan dengan konteks di atas dan dalam rangka menciptakan proses pembelajaran jarak jauh yang bermakna dan menyenangkan untuk siswa, penulis menformulasikan sebuah strategi pembelajaran jarak jauh yang mengedepankan peningkatan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Strategi itu adalah strategi SAWER yang merupakan akronim dari StimulatingActingWrapping-upExpressing, dan Re-expressing. Strategi ini sudah diimplementasikan sejak awal tahun ajaran baru 2020/2021 dan terbukti mampu menarik motivasi dan keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran dari rumah.

SAWER merupakan strategi pembelajaran yang didesain penulis  untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Strategi ini merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan empat keterampilan bahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Walaupun mengintegrasikan empat keterampilan bahasa, hasil akhir (outcome) pembelajaran lebih ditekankan pada keterampilan berbicara. Hal ini disebabkan karena penulis lebih menfokuskan pada pengembangan dan peningkatan kemampuan berbicara/komunikasi bahasa Inggris selama siswa mengikuti pembelajaran dari rumah. Secara terperinci langkah-langkah dalam strategi SAWER yang merupakan akronim dari StimulatingActingWrapping-upExpressing, dan Re-expressing diuraikan dalam penjelasan berikut.

Langkah pertama yaitu Stimulating (menstimulasi). Ini merupakan langkah awal dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang mana siswa distimulasi/dirangsang untuk menumbuhkan motivasi dan konsentrasi belajar mereka. Stimulus yang diberikan guru dalam bentuk variasi media seperti gambar, video, musik ataupun film pendek. Dengan stimulus yang diberikan kepada siswa, materi yang disajikan bisa menarik perhatian dan minat mereka dalam mengikuti pembelajaran. Di sini, penulis menstimulasi siswa dengan menyuguhkan berbagai video pembelajaran dalam bentuk animasi. Video pembelajaran animasi tersebut didesain sendiri oleh penulis lewat channel YouTube yang dimilikinya dan disesuaikan dengan indikator kompetensi yang ingin dicapai di akhir pembelajaran. Setelah siswa menonton video yang diberikan, pemahaman mereka tehadap materi akan dicek/dites melalui game (permainan) pembelajaran secara online. Penulis memanfaatkan aplikasi game berbasis web yang disebut dengan Wordwall.  Ringkasnya, teknik stimulasi yang diberikan guru dalam tahap pertama ini yaitu dengan video dan game (permainan).

Langkah kedua yakni Acting (memperagakan). Akting yang dimaksud di sini adalah siswa memperagakan atau mempertunjukkan apa yang ditayangkan dalam video pembelajaran yang telah mereka tonton sebelumnya. Siswa diharapkan mampu untuk menampilkan baik secara monolog maupun dialog apa yang telah mereka pelajari. Dengan kata lain, siswa meniru atau mencontoh ungkapan-ungkapan/ekspresi/ekspresi yang digunakan dalam video. Dengan menampilkan sesuatu, ini akan memudahkan siswa untuk lebih kreatif dalam memahami materi.  Dan bagi guru, untuk melihat aktivitas mereka dalam menampilkan akting mereka, guru bisa mengadakan tatap muka virtual melalui aplikasi konferensi seperti ZoomGoogle Meet, ataupun Webex. Dengan demikian, guru bisa memantau sejauh mana partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran daring.

Langkah ketiga adalah Wrapping-up (menyimpulkan)Siswa menyimpulkan (wrap) materi apa yang telah mereka pelajari. Pada awal pembelajaran, siswa diberikan video dan tanpa disadari mereka membaca materi dan mencatat bagian-bagian penting. Setelah siswa berusaha untuk memperagakan materi dalam bentuk dialog atau monolog, mereka harus membuat catatan-catatan penting dalam bentuk simpulan/resume untuk memperkuat daya ingat mereka terhadap materi yang dibahas. Keterampilan menyimpulkan merupakan salah satu aspek keterampilan berpikir kritis karena menuntut siswa unuk mampu menguraikan dan menjelaskan hal-hal penting dengan gaya bahasa mereka.

Langkah keempat adalah Expressing (mengekspresikan/mengungkapkan). Setelah apa yang siswa susun dalam bentuk rangkuman/kesimpulan atau mengelompokkan beberapa ekspresi yang dipakai dalam suatu monolog/dialog, mereka akan mengekspresikan/mengkomunikasikan topik/pokok bahasan dalam bentuk presentasi monolog/dialog. Di tahap ini siswa diberikan situasi tertentu. Selanjutnya, mereka akan menyusunnya dalam bentuk monolog/dialog dan menampilkannya pada temannya terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan unttuk mendapatkan masukan dan perbaikan minimal dari seorang teman. Mereka bisa saling bertukar ide/gagasan agar bisa tampil lebih sempurna. Karena saat ini menjalani pembelajaran jarak jauh, komunikasi antar siswa dilakukan melalui aplikasi whatsapp.

Langkah terakhir yaitu Re-expessing (mengekspresikan kembali). Pada tahap akhir ini, siswa mempresentasikan monolog/dialog yang sebelumnya telah mendapat masukan dari temannya dalam bentuk video. Pada langkah inilah, siswa akan berkreasi membuat video presentasi dalam bentuk monolog/dialog. Setelah mereka berhasil membuat video presentasi, selanjutnya mereka akan mengunggahnya ke platform pembelajaran daring Google Classroom untuk dilihat dan dinilai oleh guru. Selain diunggah ke Google Classroom, mereka diwajibkan untuk mengunggahnya di media sosial yang mereka punya seperti Facebook atau Instagram. Di sinilah kreativitas dan inovasi siswa akan terlihat. Selain itu, untuk mengapresiasi dan mendokumentasikan karya terbaik siswa, guru akan memilih satu atau dua orang siswa dari masing-masing kelas yang telah berhasil menyuguhkan video presentasi yang menarik dan komunikatif. Selanjutnya, akan diedit dan diunggah di channel YouTube penulis sebagai bahan/materi ajar guru untuk pembelajaran selanjutnya.

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, Guru Bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali. 

Minggu, 14 Februari 2021

Video Presentasi Mind Mapping Menarik dengan Prezi

 

Seorang guru juga seorang presenter karena tugas pokok guru adalah mengajar. Mengajar berarti guru melakukan presentasi menyampaikan materi. Agar para siswa dapat memahami materi pelajaran dengan baik, guru harus mampu mengajar dengan cara yang tepat. Artinya, guru harus mengetahui teknik menyampaikan presentasi agar tampil memukau. Karena pandemi ini, guru harus mengajar di kelas maya dan itu bukan perkara gampang untuk menyampaikan materi secara online. Guru perlu memiliki keterampilan untuk bisa mempresentasikan materi ajarnya agar mudah dipahami oleh siswa. 

Prezi sudah dikembangkan bahkan dari tahun 2009 silam oleh Adam Somlai-Fischer, Peter Halacsy DAN Peter Arvai. Software ini memang secara khusus didesain untuk membuat media presentasi yang menarik bahkan berkelas. Kamu akan merasa takjub begitu mencobanya untuk pertama kali.

Salah satu solusi kreatif untuk mempresentasikan materi yang bisa diakses oleh siswa yakni dengan membuat video presentasi Mind Mapping menggunakan Prezi. Apa itu Prezi? Prezi merupakan sebuah website yang menyediakan layanan presentasi, video dan juga desain. Layanan website ini tentunya bisa diakses secara online. Salah satu fitur dari Prezi yaitu disajikannya presentasi dengan model Mind Mapping. Sementara itu, Mind Mapping atau pemetaan pikiran diartikan sebagai metode memetakan pikiran dengan menghubungkan konsep-konsep suatu permasalahan yang membentuk korelasi konsep tertentu. Pada intinya Mind Mapping ini dimanfaatkan untuk memetakan suatu pembahasan dengan beberapa sub. Adapun manfaat fitur Mind Mapping pada website Prezi diantaranya: 

  1. Tema utama bisa didefinisikan dengan sangat jelas karena dinyatakan di tengah. 
  2. Tingkat pentingnya informasi teridentifikasi dengan baik. Informasi yang memiliki kadar keutamaan lebih diletakkan dengan tema utama. 
  3. Karena penjelasan sudah dipetakan, proses penghafalan menjadi sangat terbantu. 

Adapun langkag-langkah yang perlu diketahui dalam Prezi ini: 

  1. Mendaftar pada akun Prezi di www. Prezi.com 
  2. Menyiapkan bahan materi seperti teks, gambar 
  3. Mengatur tampilan 
  4. Merekam video presentasi dan publish 

Memasukkakn bahan materi ke dalam video kita dan untuk melihat panduannya silakan klik panduan. 

 


Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris kecamatan Kubu-Karangasem, Bali.

Sabtu, 13 Februari 2021

Pemanfaatan Blog sebagai Wahana Kreativitas dan Produktivitas Guru

 

Beberapa tahun silam, istilah blog mungkin tidak terlalu populer terutama dalam dunia pendidikan. Akan tetapi, dengan kemajuan dan perkembangan teknologi dan informasi yang kian pesat, istilah blog tidak asing lagi di telinga kita. Saat ini, blog banyak dimanfaatkan oleh guru maupun siswa dalam kegiatan pembelajaran. Bagi guru, blog bisa dioptimalkan untuk penyampaian bahan ajar dan bagi siswa, blog digunakan sebagai sumber materi/pembelajaran. Terlebih lagi, pada situasi pembelajaran saat ini yang menuntut siswa dan guru untuk mengikuti proses belajar mengajar dari rumah.

Blog merupakan kepanjangan dari web log yang artinya website pribadi yang bisa diperbarui dari waktu ke waktu. Dalam pembelajaran jarak jauh seperti saat ini, blog bisa dimanfaatkan oleg guru sebagai salah satu media pembelaarn yang efektif. Guru bisa mengunggah semua informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang diajarkan dengan menambahkan multimedia (gambar, animasi, efek suara dan video) agar menarik dan lebih mudah dipelajari. Pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dan sumber belajar terbukti bisa memberikan variasi dalam pembelajarn jarak jauh ini. Berikut adalah beberapa manfaat blog yang digunakan sebagai media pembelajaran:

  1. Sarana untuk berbagi informasi. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan lewat buku saja, tetapi juga dari sumber lain secara online seperti lewat blog, e-book/e-modul dan lain-lain. Guru juga bebas menulis apapun, tidak hanya materi pembelajaran tetapi juga informasi-informasi penting yang layak untuk dibagikan.
  2. Meningkatkan motivasi belajar siswa . Melalui blog, guru dapat memposting suatu materi dan permasalahan yang ditulis. Kemudian, siswa dapat membacanya kapan pun dan di manapun. Materi pelajaran yang diposting
    melalui media blog bisa menjadi sebuah konten yang luar biasa dan menginspirasi yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan.
  3. Meringankan tugas guru. Guru juga bisa menggunakan blog sebagai sebuah wadah untuk menyimpan materi pembelajaran, tugas, dan informasi yang berisi nilai-nilai siswa. Sementara siswa dengan lebih mudah mengunduh materi dan tugas yang diberikan guru dan juga dapat diakses tanpa batas waktu tertentu.
  4. Sebagai media menuangkan ide atau gagasan. Melalui blog, guru bisa bebas berkreasi menuangkan ide, bercerita pengalaman yang bisa dibagikan kepada siswa atau orang lain. Di sinilah letak kreativitas dan produktivitas seorang guru dalam merancang pembelajaran.

 


Referensi: 

Sartono, 2016. Pemanfaatan Blog sebagai Media Alternatif di Sekolah. Diakses pada tanggal 13 Pebruari 2021 pada alamat https://media.neliti.com/media/publications/197182-ID-pemanfaatan-blog-sebagai-media-pembelaja.pdf

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, guru bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu.

Jumat, 12 Februari 2021

Pembelajaran Mengasyikkan di Tengah Pandemi melalui Padlet

 


Sebagai guru yang mengajar di era abad 21 ini, kita harus sudah siap dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, terutama dalam bidang pendidikan. Terlebih lagi dunia pendidikan di Indonesia sekarang sedang terselimut pandemi yang tidak tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu, guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk generasi mendatang bangsa ini harus merancang pembelajaran jarah jauhnya sekreatif mungkin untuk menghindari kejenuhan siswa selama BDR.

Beragam cara ditempuh oleh guru era digital ini agar pembeajaran jaraj jauh (PJJ) berlangung efektif dan menyenangkan. Banyak aplikasi berbasis web tersedia untuk optimalisasi PJJ. Salah satunya adalah Padlet. Padlet adalah aplikasi online yang paling tepat digambarkan sebagai papan tulis digital. Padlet bisa diaplikasikan oleh siswa dan guru untuk mengirim catatan pada halaman yang sama. Catatan yang sudah diposting oleh guru dan siswa bisa dalam bentuk tautan, video, gambar, dan file dokumen. Tulisan dinding yang dibuat di Padlet dapat diekspor dengan beberapa cara, termasuk PDF atau spreadsheet, atau disematkan ke blog, situs, atau laman lainnya.

Di sini, peserta didik dapat berkolaborasi dan menyampaiakn ide apa saja terkait materi pembelajaran dalam bentuk teks, gambar, video, audio ataupun pautan web, dan dapat pula mengulang pelajaran selepas proses pembelajaran online.  Hal ini memungkinkan siswa untuk berbagi catatan dengan orang lain dalam bentuk link, gambar, video dan dokumen yang berbeda. Padlet  merupakan virtual online dimana guru dan siswa dapat melakukan pembelajaran secara  kolaboratif, refleksi, berbagi link dan gambar dalam sebuah lokasi. Siswa bisa berinteraksi secara virtual dengan guru seperti mereka berada dalam kelas.Siswa lain juga bisa membaca dan melihat  tulisan teman mereka dan bisa berkomentar serta mengedit tulisan teman mereka.
Zatul Aini Abd Majid (2014) berpendapat bahwa penggunaan Padlet mampu meningkatkan pengalaman pembelajaran siswa. Pengalaman belajar menggunakan Padlet akan mengasah dan melatih empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.

 
Contoh Padlet penulis

Padlet juga menyediakan beragam fitur sehingga siswa bisa bereksplorasi dalam mengembangkan keterampilannya. Fitur-fitur tersebut diantaranya:

  1. Mengunggah (upload)
  2. Link untuk menghubungkan
  3. Google untuk pencarian
  4. Snap untuk memotret
  5. Film untuk membuat video
  6. Voice untuk merekam suara
  7. Screen untuk merekam aktivitas layar
  8. Draw untuk menggambar
  9. Place untuk memberitahu alamat
  10. Padlet untuk menghubungkan padlet lain

Dari fitur-fitur tersebut, siswa bisa mengeksplorasi dan menggali kemampuan berbahasa mereka.

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, Guru bahasa Inggris, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

 

Referensi : 

Astuti, Indarti Puji. 2020. Belajar Bahasa Inggris yang Asyik dengan Padlet. Diakses pada tanggal 11 Pebruari 2021 pada alamat https://radarsemarang.jawapos.com/rubrik/untukmu-guruku/2020/09/23/belajar-bahasa-inggris-yang-asyik-dengan-padlet/


Kamis, 11 Februari 2021

Pembuatan E-Modul Pembelajaran dengan Beraneka Aplikasi

 

Untuk memenuhi kewajiban guru dalam hal peningkatan kompetensi di bidang TIK, penggunaan e-modul pembelajaran menjadi pilihan yang tepat dalam proses belajar mengajar. Terlebih lagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini sedang terlimut pandemi yang menuntut para guru untuk menguasai kemampuan IT. Dengan diterapkannya kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) , guru dituntut untuk adaptif, kreatif dan inovatif dalam mendesain dan merencanakan pembelajaran agar peserta didik kita tetap bersemangat untuk belajar walaupun dalam situasi pandemi saat ini.

Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru (Depdiknas, 2008) . Modul harus menjelaskan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dan dilengkapi dengan ilustrasi. Sedangkan, e-modul adalah modul versi elektronik dimana akses dan penggunaannya dilakukan melalui alat elektronik seperti komputer, laptop, tablet atau bahkan smartphone. Penyusuna e-modul memerlukan ide, keativitas dan inovasi guru agar siswa mampu memahami materi dengan lebuh baik dan menyenangkan.

E-modul merupakan sebuah bentuk penyajian bahan belajar mandiri yang disusun secara sistematis ke dalam unit pembelajaran tertentu, yang disajikan dalamformat elektronik, dimana setiap kegiatan pembelajaran didalamnya dihubungkan dengan tautan (link) sebagai navigasi yang membuat peserta didik menjadi lebih interaktif dengan program, dilengkapi dengan penyajian video tutorial, animasi dan audio untuk memperkaya pengalaman belajar (Dikmen & Dikdas, 2017). Nah, untuk lebih interaktif, e-modul bisa dirancang dengan beragam aplikasi baik itu berbasis web maupun yang bisa terinstal pada PC/laptop. Langkah-langkahnya pun cukup mudah yakni modul tersimpan dalam Microsoft Word kemudian diubah menjadi PDF dan akhirnya ke dalam bentuk aplikasi.

Berikut adalah aplikasi-aplikasi pembuat e-modul, diantaranya:

  1. Sigil
  2. Flip Html 5
  3. Anyflip
  4. 3D Pageflip
  5. Flipbook maker
  6. Flip Pdf
  7. Canva

Masing-masing aplikasi tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan, ada yang bisa ditambahkan media seperti video/animasi, audio ada juga yang hanya teks tanpa bisa menambahkan media. Saya telah mencoba beberapa dari aplikasi-aplikasi tersebut dan benar-benar bisa membuat siswa tertarik untuk membaca materi.

 

Contoh e-modul dengan aplikasi Flip Html 5 

Contoh e-modul dengan aplikasi Anyflip


Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.

 

Referensi: 

Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Dirjen Manajemen
Pendidikan dasar dan Menengah.

Direktorat Pembinaan SMA, Dikdas & Dikmen, 2017. Panduan Praktis Penyusunan E-Modul. Diakses tanggal 10 Pebruari 2021  di alamat https://awan965.files.wordpress.com/2017/09/panduan_penyusunan-e-modul-2017_final_edit.pdf

Rabu, 10 Februari 2021

Guru Kreatif & Produktif dengan Website Pembelajaran Google Sites

 

Background image source: www.freepik.com

Di masa pandemi ini yang memaksa kegiatan pembelajaran berlangsung dari rumah, ada beragam cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan variatif alias tidak monoton. Guru sebagai tenaga pendidik di era digital ini, harus memiliki komitmen dan kemauan yang tinggi untuk belajar. Salah satunya dengan mengikuti berbagai pelatihan atau diklat agar memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap cara mendesain dan merencanakan pembelajaran jarak jauh.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran jarak jauh, guru harus memiliki media untuk menfasilitasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Salah satunya dengan memanfaatkan sebuah website pembelajaran agar pembelajaran  menjadi terorganisasi dan terstruktur dengan baik. Untuk membuat sebuah website, kita tidak perlu mengeluarkan rupiah apalagi sampai menguras kantong. Nah, Google telah menciptakan Google Sites sebagai sebuah website gratis yang bisa dimanfaatkan guru dalam pembelajaran di tengah pandemi ini. Dengan media pembelajaran dalam bentuk website ini, guru bisa menambahkan materi pembelajaran berupa teks, gambar maupun video pembelajaran. Semua bahan/materi pembelajaran yang telah kita masukkkan ke dalam website ini bisa dipublikasikan dan dibagikan kepada siswa. Tidak hanya memasukkan materi pembelajaran, kita juga bisa menyimpan segala bentuk dokumentasi/data dari hasil kegiatan sekolah dengan kapasitas ruang penyimpanan  yang tak terbatas terutama jika kita menggunakan akun belajar.id.

Di samping itu, Google Sites ini juga bisa dimanfaatkan sebagai mading online yang bisa dilihat oleh semua orang. Misalnya, guru bisa menugaskan siswa untuk membuat suatu karya/produk, lalu hasilnya bisa diunggah di website ini dan linknya dibagikan. Dengan demikian, para orang tua bisa melihat karya anak mereka dengan masuk ke situs/website.  Setelah materi disampaikan dalam website, guru bisa memberikan kuis atau post-test ringan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman terhadap materi yang telah disajikan. Materi dan kuis yang akan disajikan bisa diintegrasikan ke dalam Google Form sebagai tempat pembuatan survei/kuis. Di akhir post test/kuis, secara otomatis jawaban siswa akan terlihat dan bisa diunduh.

                                         Tampilan Google Sites penulis

Nah, secara ringkas berikut adalah beberapa keunggulan Google Sites dalam pembelajaran daring, diantaranya:

  1. Gratis
  2. Mudan diaplikasikan tanpa memahami kode HTML terlebih dahulu
  3. Bisa diintegrasikan dengan aplikasi Google lainnya seperti Google docs, spreadsheet, Google slide, Google form dan lainnya.
  4. Bisa berkolaborasi dalam menyusun sebuah konten secara bersama-sama
  5. Bisa menentukan dengan siapa saja kita berkolaborasi dan saling memberikan komentar/tulisan

Untuk mulai mengunakan Google sites, silakan klik Google Sites dan log in menggunakan akun Gmail. Selamat berkreasi dan berinovasi bersama Google for Education.

 

Penulis : Ni Made Wahyu Supraba Wathi, SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, Bali.