Selasa, 25 Agustus 2026

Ada Luka yang Tak Sanggup Kuceritakan

 Ada Luka yang Tak Sanggup Kuceritakan




Aku tidak tahu bagaimana harus menceritakannya
Hatiku menyimpan kepedihan yang tak cukup dijelaskan dengan barisan kata yang rapi. Aku sudah terjun bebas dan terjatuh di titik terendah dalam kehidupanku. Ternyata, inilah realita yang aku hadapi. Aku merasa hidupku sudah berada dalam aliran gelombang yang sedang menghantamku dengan keras. Inilah luka yang kubawa setelah kehilangan anakku. Aku tidak tahu bagaimana harus menceritakannya. Bukan karena aku tidak ingin bercerita, tetapi karena ada perasaan yang terlalu penuh untuk diterjemahkan menjadi kalimat.
Aku Menunggu seseorang yang kehadirannya sudah membuatku menyusun banyak harapan.Aku belum tahu wajahnya seperti apa, tetapi aku sudah mengenalnya melalui rasa cinta. Begitulah ajaibnya menjadi seorang ibu. Seseorang bisa begitu dicintai bahkan sebelum sempat benar-benar dikenal. Setiap hari penantian terasa seperti langkah menuju sebuah pertemuan. Aku hanya ingin bertemu dengannya. Aku ingin melihatnya tumbuh. Aku ingin merawatnya. Aku ingin menjadi ibunya selama mungkin. Namun kehidupan ternyata memiliki halaman yang tidak pernah kubayangkan.

Ketika akhirnya aku harus kehilangan anak yang begitu lama kutunggu, rasanya seperti kehilangan sebuah masa depan yang belum sempat terjadi. Bukan hanya kehilangan seorang anak. Aku juga kehilangan banyak bayangan tentang hari-hari yang pernah kubayangkan bersamanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar