Rabu, 26 Agustus 2026

Aku Menangis, Lalu Belajar Berdiri Kembali

 Aku Menangis, Lalu Belajar Berdiri Kembali




Ada masa ketika aku merasa air mata adalah tanda bahwa aku tidak cukup kuat.

Aku berusaha menyembunyikannya. Menahan tangis ketika kenangan tentang anakku kembali datang. Mengusap mata sebelum orang lain melihat. Berusaha tetap tersenyum dan menjalani hari seolah-olah tidak ada sesuatu yang berubah di dalam diriku. Padahal sejak kehilangan anakku, ada bagian dari diriku yang ikut pergi bersamanya.Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri,
 Mengapa aku belum bisa benar-benar baik-baik saja?
Mengapa kenangan itu masih datang?
Mengapa melihat seorang ibu menggendong bayinya bisa membuat hatiku kembali terasa sesak?
Mengapa masa depan yang pernah kubayangkan untuk anakku masih sering muncul dalam pikiranku?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar