Sebelum Aku Mengenal Wajah Kehidupanku yang Sekarang
Aku yang dulu merasa rendah hati tapi aku punya keteguhan yang kuat
Ini adalah ceritaku yang dulu sebelum masuk ke dunia kehidupanku sekarang, sebelum aku berpikir bahwa hidup ini sarat akan pelajaran yang harus aku pahami agar bisa menjalaninya dengan baik. Aku menjalani masa kecil, masa remaja dan masa mulai belajar untuk menjadi insan yang tumbuh dewasa dengan sederhana. Sebenarnya, dulu aku menjalaninya dengan perasaan yang kurang percaya diri, pemalu. memiliki keraguan dan asumsi negatif bahwa orang lain pasti selalu menilaiku kurang karena aku sadar bahwa aku memiliki kekurangan atau keterbatasan pisik tertentu. Di sini, aku tidak akan bercerita mendalam tentang bagaimana kondisi fisikku yang aku anggap itu adalah salah satu keterbatasan yang ada pada diriku dan masih ada sampai sekarang.
Ketika aku masih kecil, aku memiliki pandangan hidup yang sederhana, tidak tahu seperti apa nanti dunia ini memperlakukanku. Yang kutahu dan ingin kucapai hanyalah segala sesuatu harus bisa dilakukan dengan benar. Aku sekolah dan aku harus bisa tampil terbaik menunjukkan prestasiku dan tidak ada orang lain yang boleh menyaingiku. Aku bermain, tertawa dan setiap saat bereksplorasi mencari tempat permainan baru dan seru bersama teman-temanku. Bahkan, tanpa kusadari aku bisa mencari sesuatu dan bisa menghasilkan rupiah serta hasilnya pun bisa dikumpulkan untuk membeli sesuatu yang aku inginkan. Semua itu aku lakukan dengan senang dan tanpa beban ataupun desakan orang lain. Rasanya aku punya banyak waktu untuk melakukan apapun yang aku inginkan.
Ketika aku yakin akan keberhasilan hidup hanya dari perencanaan yang matang
Ketika aku mulai menapaki kehidupan yang lebih dewasa, aku memiliki pandangan kehidupan yang lebih serius. Aku mulai mengenal mimpi dan rencana. Ya, apakah itu tentang pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, keluarga ataupun kehidupan yang ingin aku tata dengan rapi dan terencana. Aku memiliki keyakinan bahwa masa depanku dapat aku persiapkan dengan terencana.
Jika aku mempersiapkannya melalui penguasaan cakrawala pengetahuan, aku akan mendapatkan kehidupan yang baik. Jika aku bekerja dengan tekun dan rajin, mungkin aku bisa mencapai apa yang aku inginkan. Jika aku merencanakan semuanya dengan baik, mungkin langkahku akan berjalan seperti yang aku targetkan.
Begitulah cara pikirku dahulu.Aku percaya dan yakin akan setiap perencanaan hidup. Tapi, ternyata aku belum cukup mengenal kehidupan yang lebih jauh.
Dulu, aku masih yakin bahwa kehidupan akan berhasil dan bahagia jika bisa mengejar apa yang diinginkan. Tapi, sekarang, aku mulai paham bahwa hidup juga berarti kita harus menerima apa yang tidak bisa kita kendalikan.
Aku rindu dengan perjalananku dulu bukan karena kehidupanku dulu lebih baik daripada sekarang, tapi karena aku bisa melangkah bebas tanpa beban dan juga memiliki pemikiran yang sederhana tentang masa depan. Aku belum tahu suatu saat aku harus belajar menerima kehilangan. Aku belum tahu bahwa orang yang dicintai sakit dan menimbulkan kecemasan yang mendalam. Aku juga belum tahu bahwa menjadi istri dan ibu tidak hanya berselimut kebahagiaan, tetapi juga tentang tanggung jawab, kekhawatiran, pengorbanan, dan cinta yang sering kali tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Menjadi dewasa adalah ketika kita mulai memahami bahwa tidak semua hal dapat kita kendalikan".
Justru di situlah kehidupan sebenarnya dimulai sambail menikmati warna-warninya.

jadilah orang yang lebih dewasa, super sekali
BalasHapus